PRIORITAS, 15/2/2026 (Nusantara): Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini menegaskan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan momentum penting untuk merancang ulang cara baru negara bekerja.
Hal ini disampaikan MenPANRB dalam kuliah umum bagi ASN yang telah bertugas di Nusantara, yang digelar di Kantor Kemenko 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, akhir pekan lalu.
Menurut MenPANRB, IKN bukan sekadar perpindahan pusat pemerintahan, melainkan kesempatan strategis untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi. Ia menilai kualitas birokrasi yang tumbuh di Nusantara akan menjadi wajah peradaban baru Indonesia.
MenPANRB juga menyampaikan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, yang mengutip pemikiran Thucydides tentang pentingnya fondasi kekuatan negara. Salah satu fondasi tersebut adalah birokrasi yang unggul, adaptif, serta mampu bekerja lintas batas sektor.
Ia menjelaskan bahwa IKN memberi ruang untuk membangun smart governance sejak awal—bukan sekadar memperbaiki sistem lama. Melalui konsep layanan berbagi pakai seperti shared office dan shared system, kolaborasi antarinstansi akan semakin kuat, pemanfaatan fasilitas lebih efisien, dan proses kerja berjalan lebih cepat.
MenPANRB menekankan bahwa IKN lahir di era disrupsi sehingga Aparatur Sipil Negara di Nusantara harus siap menjadi penggerak perubahan. ASN IKN dituntut mampu bekerja lintas sektor, mengelola konflik kepentingan, menghadirkan layanan terpadu, serta membangun budaya kerja berorientasi pada shared outcome.
“ASN IKN adalah pelopor. Mereka tidak hanya menata, tetapi memulai dari awal; bukan hanya memperbaiki sistem, melainkan membangun peradaban dan tata kelola baru yang nantinya akan menjadi fondasi bagi ASN lain ketika mereka datang,” tegasnya dikutip dari siaran pers Humas Otorita IKN, Minggu (15/2/26).
Penyemangat bagi IKN
Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bimo Adi Nursanthyasto, berharap momentum bersama MenPANRB ini menjadi penyemangat bagi ASN yang telah bertugas di Nusantara dalam membangun tata kelola masa depan.
“Kehadiran Ibu Menteri PANRB memberikan semangat bagi kita semua yang bekerja di Nusantara,” ujarnya.
MenPANRB menutup dengan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kota cerdas bertumpu pada kualitas manusianya. ASN dituntut terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memahami ekosistem digital—yang akan menjadi tulang punggung tata kelola pemerintahan modern. Standar kompetensi digital yang terukur dinilai penting agar transformasi birokrasi di IKN berjalan berkelanjutan. (P-*/bwl)