Kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald Ford, dengan sejumlah kapal destroyer kemungkinan dikirim ke Timur Tengah untuk memperkuat armada serangan ke Iran.(usnavy)PRIORITAS, 11/2/26 (Washington): Situasi di Timur Tengah makin panas. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengirim tambahan kapal induk kedua ke Timur Tengah, untuk menyerang Iran jika perundingan soal nuklir dan rudal gagal tercapai.
Saat ini AS sudah menempatkan satu kapal induk USS Abraham Lincoln dan 9 kapal penghancur berpeluru kendali di Laut Arab, Teluk Persia dan laut tengah.
Dalam wawancara dengan media Israel, Trump mengatakan Amerika Serikat harus melakukan sesuatu yang sangat sulit jika kesepakatan tidak tercapai dengan Iran.
“Kita harus mencapai kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat sulit,” demikian kutipan pernyataannya yang dilaporkan Channel 12 Israel, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Rabu (11/2/2026).
Trump mengatakan ia mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah.
Kapal induk USS George Washington yang kini berada di perairan Asia dan USS George HW Bush di pantai timur AS, adalah kandidat yang paling mungkin dikirim ke Timur Tengah.
Menurut pejabat AS jika jadi dikirim, masing-masing kapal induk itu setidaknya membutuhkan waktu satu minggu untuk sampai ke perairan Timur Tengah.
Departemen Pertahanan AS, Pentagon, juga dapat mengerahkan kapal induk USS Gerald Ford yang masih berada di sekitar laut Karibia.
Sulit dipenuhi Iran
Dalam perundingan nanti, AS menuntut seluruh pengayaan uranium Iran dan proyek nuklir dihancurkan, termasuk pembatasan rudah balistik dan pemutusan hubungan atau bantuan terhadap semua proksi teroris Hamas di Gaza, Hizbullah di Libanon, Houthi di Yaman dan militan di Irak.
Selain itu, AS juga menuntut penghentian tindakan represif terhadap warga dan pertangungjawaban terhadap pembantaian ribuan demonstran.
Iran tampaknya sulit menyetujui tuntutan tersebut. Apalagi sejumlah petinggi militer termasuk presiden Iran, sudah menyuarakan tidak akan menghentikan program nuklir dan mengubah apapun program rudal balistiknya.
Pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran di Muscat, Oman, pekan lalu pun terkesan tidak ada kemajuan berarti. Bahkan perundingan lanjutan belum ditetapkan kapan akan dilaksanakan.
Media Arab Saudi, Asharq al Awsat menyebut, pembicaraan di Oman tersebut berlangsung setelah Trump menempatkan satu kapal induk di wilayah itu, yang menimbulkan kekhawatiran akan aksi militer baru.
AS yang bergabung dalam kampanye pengeboman Israel tahun lalu dan menyerang situs nuklir Iran, telah mengancam untuk melakukan serangan militer, karena pemerintah Iran membunuh ribuan orang dalam aksi protes massal Januari 2026 lalu.
Analisis Reuters terhadap citra satelit menunjukkan adanya peningkatan jumlah pesawat dan peralatan militer Amerika Serikat di seluruh wilayah Timur Tengah.(P-Jeffry W)