
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar (Istimewa)PRIORITAS, 4/2/2026 (Jakarta): Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sikap ini disampaikan usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh agama di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Pernyataan dukungan tersebut menandai perubahan sikap MUI. Beberapa hari sebelumnya, pada 28 Januari 2026, Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis sempat meminta Indonesia keluar dari BoP karena dinilai tidak berpihak pada Palestina.
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menegaskan bahwa MUI mendukung sepanjang keanggotaan Indonesia di BoP bertujuan memberikan kemaslahatan dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Sepanjang untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan, tentu kami mendukung,” ujar Anwar usai pertemuan di Istana.
Anwar menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menegaskan komitmennya memperjuangkan kemerdekaan penuh Palestina. Bergabungnya Indonesia dalam BoP, kata Anwar, merupakan langkah strategis untuk membantu rakyat Gaza melalui jalur diplomasi dan kerja sama internasional.

“Beliau berjuang melalui Dewan Perdamaian ini untuk membantu penderitaan warga Palestina,” tambahnya.
Prabowo juga menyampaikan bahwa negara-negara Islam yang tergabung dalam BoP akan mengevaluasi keanggotaan jika forum tersebut tidak menunjukkan keberpihakan dan tidak mampu menghadirkan perdamaian.
“Jika nanti tidak memberi kemaslahatan kepada Palestina dan perdamaian dunia, negara-negara Islam akan keluar dari BoP,” kata Anwar.
Diketahui, Indonesia resmi bergabung dalam BoP setelah Presiden Prabowo menandatangani piagam keanggotaan saat menghadiri World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.
Dilansir Liputan6.com, sebelumnya MUI mengkritik BoP karena menilai forum tersebut tidak adil bagi Palestina, melibatkan Perdana Menteri Israel, tidak mencantumkan Palestina sebagai pihak, serta mewajibkan pembayaran iuran keanggotaan. MUI bahkan menilai BoP berpotensi menjadi bentuk “perdamaian semu” yang melanggengkan pendudukan Israel.
Dengan klarifikasi langsung dari Presiden Prabowo, MUI kini menyatakan dukungan penuh selama keanggotaan Indonesia di BoP dapat memperkuat perjuangan diplomatik untuk Palestina. (P-*/bwl)

