Temuan peneliti Israel, gen faktor utama yang menentukan lamanya hidup seseorang

Armin Mandika
Selasa, 3 Februari 2026
IPTEK 0 418
2 menit membaca

PRIORITAS, 3/2/26 (Jakarta): Banyak faktor yang mempengaruhi lamanya seseorang hidup. Salah satunya yang ditemukan oleh para peneliti Israel dari Institut Sains Weizmann yakni terkait gen.

“Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda,” ungkap penulis utama mahasiswa doktoral bidang fisika di Institut Sains Weizmann, Ben Shenhar, dikutip dari Times of Israel, Senin (2/2/26) dan dilansir dari CNBC Indonesia.

Dikatakannya, penelitiannya menemukan gen menjadi alasan faktor umur panjang sekitar 50 persen.

Bahkan studi sebelumnya menggunakan gen dari kembar Swedia dan Denmark yang berasal dari abad ke-19. Penelitian terbaru mencoba menghitung faktor pengaruhnya.

Selanjutnya temuan terbaru mengungkapkan salah satu faktor kematian adalah mortalitas ekstrinsik, yakni faktor lain dari luar tubuh. Faktor ini tidak diperhitungkan oleh penelitian sebelumnya, begitu juga kekerasan, kecelakaan, dan penyakit menular.

Sejumlah peneliti menggunakan rumus matematika dalam menghitung mortalitas ekstrinsik dari orang kembar. Sebelumnya telah diteliti kembar yang meninggal pada usia 90 tahun dengan alasan alami, sementara kembar lainnya meninggal karena penyakit menular pada usia 30 tahun.

Adapun mortalitas ekstrinsik yang diteliti saat masih hidup, sebelum era antibioktik, menghasilkan 10 kali lebih tinggi dari sekarang. Khususnya karena penyakit menular telah mudah disembuhkan.

Lewat data baru, para peneliti telah memvalidasi prediksi kematian ektrinsik menutupi heritabilitas atau bagian dari keragaman yang terpengaruh oleh genetik.

Sementara itu penulis studi senior dan ahli biologi sistem Weizmann Institute, Uri Alon mengatakan, studi kembar sebelumnya menggunakan metode statistik menghasilkan sifat lain seperti tinggi badan, tekanan darah, serta sifat kepribadian. Namun, tidak terdampak oleh mortalitas ekstrinsik.

“Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik. Karena penyebab kematian tidak dicatat dalam studi kembar lama, jadi tidak dikoreksi,” katanya.

Adapun gen berdampak pada umur panjang dalam dua arah. Yakni cacat genetik yang melemahkan yang bisa menyebabkan penyakit dan memperpendek umur, serta yang bisa bermanfaat untuk umur panjang.

Dicontohkan Shenhar, seseorang bisa berusia 100 tahun tanpa kondisi medis serius. Kemungkinan karena memiliki gen pelindung untuk penyakit bisa berkembang saat usia terus bertambah.

“Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen,” ujarnya. (P-*r/am)

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025