Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Dok/Kompas.com)PRIORITAS, 22/1/26 (Jakarta): Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono sudah tidak lagi berstatus sebagai kader Partai Gerindra. Penegasan itu disampaikan di tengah mencuatnya nama Thomas dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Dasco menjelaskan, Thomas sudah tidak masuk dalam struktur kepengurusan partai sejak Musyawarah Nasional Partai Gerindra. Pengunduran diri resmi diajukan per 31 Desember 2025.
“Sehingga kalau ditanya sekarang, pertama sudah tidak di pengurus, kemudian memang yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/26).
Ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat tiga nama calon pengganti Deputi Gubernur BI yang mengundurkan diri. Ketiga nama tersebut disampaikan ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.
Menurut Dasco, Presiden hanya meneruskan surat dari Gubernur Bank Indonesia kepada DPR. Proses seleksi sepenuhnya berasal dari internal BI.
“Jadi, usulan nama-nama itu bukan dari Presiden, tetapi dari Gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri,” ujarnya.
Dasco menegaskan, pengusulan tiga nama calon Deputi Gubernur BI dilakukan secara kolektif kolegial di lingkungan Bank Indonesia. Dengan mekanisme tersebut, pencalonan Thomas Djiwandono tidak berkaitan dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi, ya bagaimana kemudian seorang deputi bisa mengambil keputusan-keputusan penting tanpa disetujui oleh yang lain itu tidak mungkin,” kata Wakil Ketua DPR RI itu.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono masuk dalam daftar kandidat pengganti Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Prasetyo menjelaskan, proses tersebut bermula dari surat pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung yang diajukan kepada Presiden.
“Jadi, berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1/26). (P-Khalied M)