Pengembangan AI hambat perekrutan tenaga kerja baru

Armin Mandika
Sabtu, 17 Januari 2026
KESRA 0 442
1 menit membaca

PRIORITAS, 17/1/26 (Jakarta): Tak hanya menyebabkan banyaknya PHK pengembangan Artificial Intelligence (AI juga memperlambat perekrutan tenaga kerja baru.


Akibat tingkat perekrutan yang rendah dan PHK diperkirakan bakal terus berlanjut di pasar tenaga kerja. Sehingga kesempatan mendapatkan pekerjaan baru kian sulit bagi para pengangguran.

Hanya saja dampak perlambatan perekrutan karyawan baru dikatakan tidak terlalu terlihat pada perusahaan kecil.

“AI benar-benar berdampak ke perusahaan besar,” kata Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (17/1/26).


Pemanfaatan AI dimulai sejak ChatGPT milik OpenAI pada 2022 yang langsung booming sesaat setelah diluncurkan. Banyak perusahaan yang mengadopsi teknologi itu untuk operasional dan karyawannya.

Tetapi ini juga menimbulkan banyak kekhwatiran sejalan dengan pengembangan AI yang masif. Dari tenaga kerja yang terancam, penggunaan untuk produktivitas hingga investasi yang keliru untuk teknologi tersebut.

Dikatakan Kashkari sejumlah bisnis mulai melihat keuntungan dari investasi yang mereka kucurkan. Bahkan ini diakui oleh perusahana yang awalnya skeptis soal AI.

“Tidak diragukan lagi sejumlah investasi salah atau keliru yang terjadi. Namun ada banyak anekdot soal bisnis yang menggunakan ini dan melihat peningkatan produktivitas yang nyata,” katanya. (P-*r/am)

 

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan