Warga memeriksa puluhan kantong mayat pendemo yang menjadi korban penembakan brutal aparat keamanan Iran dalam aksi protes selama dua pekan terakhir.(iranint’l)PRIORITAS, 11/1/26 (Teheran): Sebanyak 217 pengunjukrasa dilaporkan tewas ditembak aparat keamanan Iran dalam aksi protes terhadap pemerintah yang sudah berlangsung selama 15 hari.
Menurut sejumlah informasi yang didapat Beritaprioritas.com, hari Minggu (11/1/2026), para korban tewas itu kebanyakan dibunuh aparat dengan tembakan senjata api secara langsung, ke titik organ krusial di tubuh maupun kepala.
Laporan media Jerusalem Post menyebutkan para dokter dari enam rumah sakit di Iran mengatakan mereka menerima ratusan orang yang tewas dalam aksi protes terhadap pemerintah, sehingga rumah sakit di Teheran memasuki mode krisis.
Baik majalah TIME maupun BBC melaporkan ratusan demonstran yang tewas di Iran tiba dalam beberapa gelombang. Pihak rumah sakit di Teheran memasuki masa krisis karena membludaknya pasien pengunjukrasa yang terluka berat.
“Rumah sakit di Iran telah mencatat sekitar 217 demonstran tewas sejak protes dimulai dua minggu lalu”, menurut TIME mengutip pernyataan seorang dokter di Teheran yang berbicara dengan syarat anonim, karena khawatir bisa ditangkap petugas keamanan Iran.
Menurut dokter itu, sebagian besar korban tewas akibat peluru tajam, dan pihak berwenang setiap hari mengevakuasi jenazah dari rumah sakit.

Sejumlah petugas keamanan Iran, Basij, tertangkap kamera sedang menembak para pengunjukrasa di Teheran Iran.(annakomsa)
Tembakan peluru tajam
Laporan BBC memastikan dua dokter lainnya mengakui situasi kritis di ibu kota Iran, dengan rumah sakit memasuki mode krisis dan kekurangan ahli bedah untuk mengatasi lonjakan pasien luka berat akibat tembakan peluru tajam.
Dokter pertama, yang menghubungi BBC melalui layanan internet satelit Starlink, mengatakan Rumah Sakit Farabi, pusat perawatan mata utama di Teheran, kewalahan dengan pasien yang terluka.
Seorang petugas medis lain dari sebuah rumah sakit di kota Shiraz, barat daya Iran, mengatakan sejumlah besar orang dibawa ke rumah sakit, banyak di antaranya dengan luka tembak, dan rumah sakit tersebut tidak memiliki cukup tenaga untuk merawat semua orang.
Laporan TIME juga menyebutkan salah satu peristiwa paling mematikan tercatat pada Jumat malam, setelah setidaknya 30 orang tewas di luar kantor polisi Teheran utara, ketika pasukan keamanan sengaja memberondongkan tembakan senapan mesin ke arah para demonstran.
Baik TIME maupun BBC tidak mengkonfirmasi mereka dapat memverifikasi laporan tersebut, terutama karena pemadaman internet total yang diberlakukan di Iran oleh rezim Republik Islam. (P-Jeffry W)