Dari eksternal, pelaku pasar terlihat mengesampingkan risiko geopolitik pascaserangan Amerika Serikat ke Venezuela.
Perhatian investor beralih ke hasil survei sektor swasta yang mengindikasikan aktivitas bisnis China masih berada di fase ekspansi selama tujuh bulan beruntun hingga Desember 2025, meski indeks sedikit melemah ke level 52,0 dari 52,1 pada November 2025.
Data tersebut mencerminkan kuatnya sektor jasa serta kembali meningkatnya output manufaktur. Presiden China Xi Jinping juga memberi sinyal kebijakan makro yang lebih agresif pada 2026 guna menjaga momentum pertumbuhan setelah ekonomi tumbuh sekitar 5 persen sepanjang 2025.
IHSG memulai perdagangan dengan penguatan dan bertahan di area positif hingga akhir sesi pertama. Memasuki sesi kedua, indeks tetap bergerak di zona hijau sampai penutupan perdagangan.
Sebanyak sepuluh sektor alami kenaikan
Mengacu Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sepuluh sektor mencatat kenaikan, dengan sektor transportasi dan logistik memimpin penguatan sebesar 2,21 persen. Sektor barang baku dan energi menyusul dengan kenaikan masing-masing 2,08 persen dan 1,76 persen.
Sementara itu, satu sektor tercatat melemah, yakni sektor teknologi dengan penurunan 0,50 persen.
Penguatan saham paling menonjol terjadi pada AHAP, BIPI, FIRE, CPRO, dan YOII. Adapun pelemahan terdalam dialami KLAS, MPXL, UNIQ, EMDE, serta NINE.
Aktivitas perdagangan mencatatkan 4.010.984 transaksi dengan volume mencapai 70,26 miliar saham dan nilai transaksi Rp30,32 triliun. Tercatat 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan.
Di kawasan Asia, bursa saham sore ini bergerak menguat. Indeks Nikkei melonjak 1.493,30 poin atau 2,97 persen ke level 51.832,80, Hang Seng naik tipis 8,76 poin atau 0,03 persen ke 26.347,24, Shanghai menguat 54,57 poin atau 1,38 persen ke 4.023,41, serta Strait Times bertambah 24,37 poin atau 0,52 persen ke 4.680,50. (P-*r/Zamir Ambia)