IHSG tembus rekor tertinggi didorong kondisi ekonomi dalam negeri

Zamir Ambia
Senin, 5 Januari 2026
Bursa NEWS 0 436
2 menit membaca

PRIORITAS, 5/1/26 (Jakarta): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Senin (5/1/26), menguat dan mencetak rekor tertinggi, didorong kondisi perekonomian domestik yang terjaga stabil.


IHSG berakhir naik 111,06 poin atau 1,27 persen ke level 8.859,19, sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut meningkat 7,77 poin atau 0,91 persen ke posisi 859,77.

“Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin (5/1/26).

Dari sisi domestik, Badan Pusat Statistik mencatat surplus neraca perdagangan senilai 2,66 miliar dolar AS, sementara inflasi Desember 2025 berada di level 0,64 persen secara bulanan dan 2,92 persen secara tahunan.


Sepanjang 2025, tekanan inflasi Indonesia diproyeksikan tetap terkendali dan berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia sebesar 1,5–3,5 persen.

Dari eksternal, pelaku pasar terlihat mengesampingkan risiko geopolitik pascaserangan Amerika Serikat ke Venezuela.

Perhatian investor beralih ke hasil survei sektor swasta yang mengindikasikan aktivitas bisnis China masih berada di fase ekspansi selama tujuh bulan beruntun hingga Desember 2025, meski indeks sedikit melemah ke level 52,0 dari 52,1 pada November 2025.

Data tersebut mencerminkan kuatnya sektor jasa serta kembali meningkatnya output manufaktur. Presiden China Xi Jinping juga memberi sinyal kebijakan makro yang lebih agresif pada 2026 guna menjaga momentum pertumbuhan setelah ekonomi tumbuh sekitar 5 persen sepanjang 2025.

IHSG memulai perdagangan dengan penguatan dan bertahan di area positif hingga akhir sesi pertama. Memasuki sesi kedua, indeks tetap bergerak di zona hijau sampai penutupan perdagangan.

Sebanyak sepuluh sektor alami kenaikan

Mengacu Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sepuluh sektor mencatat kenaikan, dengan sektor transportasi dan logistik memimpin penguatan sebesar 2,21 persen. Sektor barang baku dan energi menyusul dengan kenaikan masing-masing 2,08 persen dan 1,76 persen.

Sementara itu, satu sektor tercatat melemah, yakni sektor teknologi dengan penurunan 0,50 persen.

Penguatan saham paling menonjol terjadi pada AHAP, BIPI, FIRE, CPRO, dan YOII. Adapun pelemahan terdalam dialami KLAS, MPXL, UNIQ, EMDE, serta NINE.

Aktivitas perdagangan mencatatkan 4.010.984 transaksi dengan volume mencapai 70,26 miliar saham dan nilai transaksi Rp30,32 triliun. Tercatat 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Di kawasan Asia, bursa saham sore ini bergerak menguat. Indeks Nikkei melonjak 1.493,30 poin atau 2,97 persen ke level 51.832,80, Hang Seng naik tipis 8,76 poin atau 0,03 persen ke 26.347,24, Shanghai menguat 54,57 poin atau 1,38 persen ke 4.023,41, serta Strait Times bertambah 24,37 poin atau 0,52 persen ke 4.680,50. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan