Unjukrasa warga Iran meluas ke 25 propinsi, 16 warga tewas ditembak aparat

Jeffry Wuisan
Minggu, 4 Januari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 4/1/26 (Teheran): Aksi unjuk rasa warga Iran masih terus berlanjut hingga hari ke tujuh ini. Bahkan aksi demonstrasi warga semakin meluas ke 25 dari 31 propinsi di Iran.

Aparat keamanan Iran dilaporkan melakukan tindakan kekerasan kepada pengunjukrasa, dengan menembak mati 16 pendemo.

Menurut laporan media Iran International seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Minggu (4/1/2026), Human Right Activists in Iran (Hrana) atau organisasi hak asasi manusia Iran,  unjukrasa terhadap pemerintah sudah terjadi di 174 lokasi di seluruh Iran.

“Gerakan protes masyakarat ini terjadi di 60 kota di 25 provinsi Iran, menunjukkan protes tidak terbatas pada daerah metropolitan,  tetapi juga mencakup kota-kota kecil dan daerah pinggiran”, lapor Hrana.

Selain demonstrasi jalanan dan serikat pekerja, tercatat juga 18 pertemuan mahasiswa di 15 universitas, yang menunjukkan peran berkelanjutan para intelektual muda Iran sebagai salah satu pusat protes aktif.

Aksi unjukrasa masih terjadi di Iran. Warga Marvdasht turun ke jalan menuntut pemerintah pimpinan Ali Khamenei dibubarkan.(@alinejadmasih)

Aparat brutal

Hrana dalam laporan terbarunya, mengungkapkan aparat keamanan Iran semakin represif dan brutal terhadap para pendemo bahkan tercatat sudah 16 pengunjukrasa tewas ditembak.

Di antara yang meninggal, satu anggota pasukan keamanan dan yang lainnya adalah warga sipil yang berunjuk rasa.

Setidaknya 44 demonstran lain juga terluka serius akibat peluru tajam dan butiran peluru senapan selama protes tersebut.

Laporan lain menyebutkan jumlah pengunjukrasa yang mengalami luka-luka akibat tindakan represif aparat keamanan Iran mencapai  1.277 orang.

Dalam beberapa kasus, keterangan resmi dari pihak berwenang bertentangan dengan kesaksian saksi mata dan laporan tidak resmi.

Contoh yang jelas adalah kematian seorang demonstran di kota Qom dan kematian seorang remaja berusia 17 tahun. Terdapat keterangan yang berbeda mengenai penyebab kematian mereka.

Hrana telah memperingatkan karena tekanan keamanan terhadap keluarga dan pembatasan informasi yang ketat, jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat.

Foto sebagian warga yang tewas ditembak aparat keamanan dalam aksi unjukrasa di Iran.(@sonofthebeach22)

582 warga ditangkap

Hrana juga menyebutkan setidaknya 582 warga telah ditangkap selama tujuh hari protes.

Angka ini adalah jumlah minimum penangkapan dan data sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

Data menunjukkan remaja merupakan proporsi yang signifikan dari mereka yang ditangkap.

Di kota Yasuj saja, setidaknya 81 orang telah ditangkap, 70 di antaranya berusia di bawah 18 tahun.

Terdapat juga banyak laporan penangkapan remaja berusia 15 hingga 17 tahun di kota-kota seperti Sabzevar, Izeh, Yasuj, Zahedan, dan Isfahan.

Selain itu, sejumlah mahasiswa dari Universitas Teheran, Universitas Sains dan Teknologi, Universitas Teheran, Universitas Rajai Qazvin, Universitas Yasuj, dan Universitas Sistan dan Baluchestan, juga termasuk di antara mereka yang ditangkap.

 

Kekerasan dari pemerintah

Berdasarkan laporan lapangan dan video yang telah diverifikasi, selama tujuh hari demonstrasi, aparat penegak hukum dan pasukan keamanan, telah secara luas melakukan penembakan peluru tajam, gas air mata, alat pengendali massa, dan penangkapan dengan kekerasan.

Kesaksian juga diperoleh dari keluarga tiga demonstran, yang tewas akibat tembakan langsung dari pasukan represif Republik Islam.

Terdapat pula laporan mengenai demonstran yang terluka dan beberapa warga yang menolak pergi ke pusat medis karena takut ditangkap.

Peningkatan keamanan, pengerahan pasukan di alun-alun dan jalan utama, serta penggunaan pengakuan paksa yang disiarkan di televisi,  merupakan pola kekerasan berulang dari pemerintah Iran dalam menangani para demonstran.

Investigasi Iran International juga menunjukkan selama protes di Iran, setidaknya 44 warga yang berdemonstrasi telah ditembak dan terluka oleh peluru tajam dan peluru senapan dari pasukan represif Republik Islam.

Pada saat yang sama, puluhan lainnya terluka akibat pemukulan dengan pentungan dan serangan oleh pasukan keamanan dan petugas berpakaian preman.

Meskipun pemerintah Iran menyetujui tindakan kekerasan aparat keamanan,  data ini menunjukkan gelombang protes masyarakat Iran saat ini sulit dibendung.

Bahkan telah memasuki fase meluas dan berlapis-lapis, yang masih terus berkembang. Apalagi semakin banyak warga tidak takut lagi menghadapi aparat keamanan, termasuk pasukan Garda Revolusi Iran. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025