Thailand bebaskan 18 tentara Kamboja yang ditawan 5 bulan

Jeffry Wuisan
Rabu, 31 Desember 2025
2 menit membaca

PRIORITAS, 31/12/25 (Phnom Penh): Militer Thailand akhirnya membebaskan 18 tentara Kamboja yang mereka tangkap dan tawan selama 5 bulan.

Pembebasan para tentara Kamboja itu, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Khmer Times, hari Rabu (31/12/25), berlangsung di perbatasan kedua negara, tiga hari (atau 72 jam) setelah gencatan senjata kedua.

Para tentara tersebut diserahkan pada pukul 10 pagi tanggal 31 Desember di Pos Pemeriksaan Perbatasan Internasional Prum di provinsi Pailin setelah ditahan pihak Thailand selama 155 hari (5 bulan).

Penyerahan tersebut dilakukan di bawah pengawasan Tim Pengamat ASEAN dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Kementerian Luar Negeri Thailand (MFA) menyatakan pembebasan tersebut sesuai dengan paragraf 11 Pernyataan Bersama antara Thailand dan Kamboja, yang ditandatangani pada Pertemuan Umum Khusus Komite Perbatasan ke-3 pada 27 Desember 2025.

Pembebasan tersebut juga sejalan dengan semangat Deklarasi Bersama antara Thailand dan Kamboja, yang ditandatangani pada 26 Oktober 2025 dan disaksikan Presiden AS, Donald Trump dan Ketua ASEAN, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, di Kuala Lumpur.

Bangun kepercayaan

Kamboja berharap pembebasan tentara mereka itu, akan membantu membangun kepercayaan timbal balik dengan Thailand.

“Kamboja tetap berharap pembebasan ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam membangun rasa saling percaya dan keyakinan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata.

Ia juga mengatakan pemerintah kerajaan Kamboja tetap berkomitmen pada janjinya,  tidak ada tentara Kamboja yang akan tertinggal.

Kementerian tersebut menambahkan mereka percaya pembebasan ini akan membantu menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perdamaian, stabilitas, dan normalisasi penuh hubungan antara Kamboja dan Thailand demi kepentingan kedua negara dan rakyatnya.

Thailand dan Kamboja sempat dua kali terlibat perang di perbatasan selama tahun 2025 ini, yang menyebabkan lebih 100 orang tewas termasuk tentara di kedua pihak.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025