Densus 88 amankan pelajar terduga Neo-Nazi, tetangga ungkap sosoknya

Zamir Ambia
Kamis, 25 Desember 2025
DAERAH Hukum NEWS 0 566
2 menit membaca

PRIORITAS, 25/12/25 (Garut): Petugas Densus 88 dengan perlengkapan senjata lengkap menyisir sebuah rumah di wilayah Garut Kota pada Selasa malam (23/12/25). Aparat segera melakukan sterilisasi lokasi, mengamankan seorang pelajar yang diduga terpapar ideologi neo-Nazi. Selain itu, petugas turut menyita dua benda mencurigakan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Suara mesin kendaraan taktis serta langkah kaki aparat berpakaian hitam memecah keheningan di salah satu kawasan perumahan di Kecamatan Garut Kota. Dalam operasi singkat tersebut, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan secara menyeluruh terhadap sebuah rumah yang diduga menyimpan benda berbahaya.

Petugas dengan sigap mensterilkan area dalam radius aman sebelum masuk ke dalam rumah. Dari lokasi tersebut, seorang pelajar yang masih di bawah umur diamankan bersama dua benda yang dinilai mencurigakan. Proses penggeledahan dilakukan secara ketat hingga larut malam dengan pengamanan dari Polres Garut.

Dua hari setelah peristiwa tersebut, tepatnya Kamis (25/12/25), rumah itu terlihat seperti tak berpenghuni. Pintu dan jendela tertutup rapat tanpa tanda-tanda aktivitas. Situasi di lingkungan sekitar mulai kembali kondusif, meskipun warga kini lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap pendatang yang masuk ke wilayah mereka.


Sejak 2016

Ketua RW setempat, Alvi Firdaus, menyampaikan, keluarga tersebut merupakan warga lama yang telah tinggal di kawasan itu sejak 2016. Namun, dalam kurun hampir sepuluh tahun, mereka dikenal cenderung menutup diri dan jarang terlibat dalam kehidupan sosial di lingkungan perumahan.

“Warga tidak terlalu mengenal aktivitasnya. Anak tersebut jarang sekali bergaul dengan lingkungan, lebih sering terlihat bermain gim saja,” ujar Alvi, dikutip dari Beritasatu.com.

Diketahui, Densus 88 masih terus mendalami dugaan keterlibatan anak di bawah umur tersebut dalam jaringan radikal. Saat ini, pemeriksaan difokuskan pada barang-barang yang disita untuk memastikan ada tidaknya potensi ancaman terhadap keamanan. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan