IHSG melemah 0,10 Persen pada perdagangan hari ini

Zamir Ambia
Jumat, 19 Desember 2025
Ekonomi NEWS 0 463
2 menit membaca

Foto ilustrasi saham IHSG. (Dok/Ist)

PRIORITAS, 19/12/25 (Jakarta): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan pelemahan pada Jumat (19/12/25). Mengacu pada data RTI Business, IHSG ditutup di posisi 8.609,55 setelah terkoreksi 8,64 poin atau melemah 0,10 persen.

Selama sesi perdagangan, pergerakan IHSG berada pada kisaran 8.562,89 hingga 8.671,77. Total nilai transaksi mencapai Rp47,03 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 40,73 miliar saham serta frekuensi transaksi tercatat 2,29 juta kali.

Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp15.818 triliun. Sentimen negatif pasar terlihat dari dominasi saham yang bergerak turun, dengan 473 saham melemah, sedangkan 197 saham menguat serta 133 saham tidak mengalami perubahan.

Dari pergerakan sektoral, tekanan terdalam dialami indeks transportasi yang merosot 2,86 persen. Pelemahan turut terjadi pada sektor teknologi sebesar 0,52 persen, properti turun 0,51 persen, serta sektor kesehatan yang terkoreksi 0,99 persen.

Di sisi lain, sejumlah sektor masih mencatatkan kinerja positif. Sektor energi naik 0,08 persen, barang baku menguat 0,17 persen, serta sektor keuangan bertambah 0,14 persen.

Saham Kompas naik

Untuk indeks unggulan, LQ45 menutup perdagangan dengan kenaikan 0,21 persen, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,80 persen, serta KOMPAS100 naik 0,40 persen, meski IHSG secara keseluruhan masih dibayangi tekanan jual.

Di jajaran emiten, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) memimpin penguatan sebagai top gainer setelah melesat 34,78 persen. Kenaikan tajam juga dibukukan PT Indo Premier Investment Management (XIFE) sebesar 33,05 persen serta Tunas Alfin Tbk (TALF) yang melonjak 25,00 persen.

Sebaliknya, tekanan jual membebani PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) dan PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) yang masing-masing merosot 15,00 persen. Pelemahan turut dialami PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) dengan penurunan 14,90 persen. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025