Israel menangkap sejumlah militan Hamas yang keluar dari sejumlah terowongan dan menyerah karena kehabisan makanan dan air minum (idf)PRIORITAS, 27/11/25 (Rafah): Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menewaskan 29 orang militan Hamas yang muncul dari sejumlah terowongan bawah tanah di wilayah Rafah, Jalur Gaza.
Korban terbaru adalah enam orang militan Hamas yang lari keluar dari terowongan di wilayah garis kuning, langsung terkena tembakan dari udara.
“Angkatan Udara Israel menyerang enam teroris yang terlihat pengintai IDF, setelah mereka tampaknya muncul dari rute terowongan bawah tanah di Rafah timur dan mencoba melarikan diri”, kata militer Israel, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Kamis (27/11/25).
Pasukan Israel mendeteksi dan melanjutkan pencarian, karena serangan terowongan semakin intensif.
Menurut IDF, para teroris itu terkena tembakan tepat setelah mereka terlihat saat mencoba melarikan diri.
Militer Israel mengatakan seiring pasukan terus menemukan dan membersihkan terowongan di Rafah, mereka menemukan lebih banyak teroris dan berupaya untuk melenyapkan mereka.
Sehari sebelumnya, IDF melaporkan lima teroris lain yang bersembunyi di terowongan di Rafah juga tewas ditembak.
Militer mengatakan mereka “terjebak” di daerah tersebut, setelah gencatan senjata di sepanjang sisi Israel yang disebut garis batas kuning.
Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan tim tempur dari Brigade Nahal masih beroperasi di Rafah timur.
Dalam operasi pencarian sebelumnya pada hari itu, pasukan mengidentifikasi lima teroris bersenjata dan membunuh mereka.
IDF mengatakan mereka dikategorikan teroris yang muncul melalui jalur bawah tanah di daerah tersebut, seperti dilaporkan media Ynetnews.
Meski begitu tidak semua militan Hamas dari dalam terowongan ditembak. Terdapat puluhan militan Hamas lain ditangkap pasukan Israel, karena menyerah saat keluar dari terowongan.
Terjebak di terowongan
Saat ini militer Israel sudah mendeteksi adanya puluhan orang militan Hamas terjebak di dalam terowongan, yang sudah dikepung pasukan dari berbagai arah.
Banyak jalur terowongan bawah tanah yang dibangun militan Hamas sudah dihancurkan militer Israel, sehingga akses untuk melarikan diri ke ujung terowongan lain terhambat.
Para militan Hamas berusaha mencoba keluar dari terowongan untuk mencari makanan dan air, setelah mereka terjebak berminggu-minggu di dalam tanah.
Pada Sabtu lalu, 17 teroris tewas setelah mencoba melarikan diri dari terowongan di area di luar garis kuning di bagian timur kota.
Kemudian pada hari yang sama, pasukan mengidentifikasi seorang bersenjata mendekati sebuah pos terdepan di Gaza selatan. Militer Israel langsung menembaknya hingga tewas.
Selama pencarian lanjutan, pasukan menemukan tiga teroris lain yang tampaknya muncul dari terowongan bawah tanah dan membunuh mereka.
Unit pengawasan kemudian mengidentifikasi dua teroris lain yang juga tampaknya telah keluar dari terowongan, dan mereka pun terbunuh.
Militer Israel pada Rabu mengatakan telah menewaskan enam militan lagi yang muncul dari terowongan di Rafah, kota paling selatan di Gaza.
Militer Israel juga merilis foto senjata yang disita dari para teroris setelah serangan, termasuk senapan Kalashnikov dan sejumlah magasin.
Gencatan senjata antara Israel dan militan Hamas, yang berlaku pada 10 Oktober 2025 lalu, telah secara drastis mengurangi serangan Israel, tetapi perburuan terhadap militan Hamas tidak sepenuhnya berhenti.(P-Jeffry W)
No Comments