Satgas itu dibagi menjadi tiga tim yang bertugas secara bergiliran. Masing-masing tim bekerja selama delapan jam penuh, mulai pukul 15.00 WIB hingga arus lalu lintas kembali lancar.

“Kami terjunkan mulai hari ini sampai arus lalu lintas benar-benar stabil dan kondusif, lalu akan dilanjutkan pada esok hari,” tutur Robby.
Jalur alternatif
Ia menegaskan, tugas Satgas tidak hanya fokus mengurai kemacetan, melainkan juga melakukan rekayasa lalu lintas serta membantu pengendara memilih jalur alternatif, termasuk mengarahkan kendaraan menuju gerbang tol yang masih berfungsi.
Robby menambahkan, kemacetan di Jalan Gatot Subroto pada Rabu lalu terjadi akibat penutupan sementara beberapa gerbang tol (GT) karena adanya pekerjaan perbaikan oleh PT Jasa Marga. Proses perbaikan tersebut berlangsung sejak 24 September 2025 hingga 10 Oktober 2025.
“Dalam kurun waktu itu, perbaikan GT dilakukan secara masif sehingga beberapa gerbang harus ditutup sementara. Hanya GT Semanggi 2 dan GT Kuningan 2 yang masih dibuka untuk melayani pengendara,” jelas Robby.
Kondisi ini menyebabkan arus kendaraan yang biasanya terdistribusi ke beberapa pintu tol menumpuk di jalur yang lebih sedikit.
“Dengan penutupan GT Semanggi 1, antrean kendaraan pun terkonsentrasi di titik tertentu,” tambahnya. (P-*r/Zamir Ambia)








