
Foto ilustrasi stasiun LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai. (CNBC Indonesia)PRIORITAS, 26/9/26 (Jakarta): PT LRT Jakarta mencatat rata-rata jumlah penumpang mencapai 11.300 orang per hari setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan rute Kelapa Gading-Manggarai.

Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara mengatakan, angka tersebut tercatat selama periode 16 hingga 23 September 2026.
“Sejak diresmikan Rabu (16/9/26) hingga Rabu (23/9/26) LRT Jakarta telah melayani hingga 91.000 penumpang dengan rerata penumpang harian sebesar 11.300 orang,” ujarnya di Jakarta, Jumat (25/9/26).
Menurut Aditia, jumlah tersebut naik 166 persen dari rata-rata penumpang LRT Jakarta. Hingga akhir Agustus 2026, rata-rata penumpang mencapai 4.245 orang per hari.

Aditia menjelaskan, LRT Jakarta kini menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Perpanjangan rute hingga Manggarai juga memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik.
Mulai Kamis (24/9/26), LRT Jakarta menetapkan tarif rata-rata Rp5.000 untuk rute Kelapa Gading-Manggarai. Layanan tersebut memiliki waktu tunggu antarkereta atau headway selama 15 menit.
Rute Kelapa Gading-Manggarai melayani penumpang mulai pukul 05.30 WIB hingga 20.00 WIB. Setelah pukul 20.00 WIB, LRT Jakarta melanjutkan layanan hingga pukul 23.00 WIB dengan rute Kelapa Gading-Velodrome.
Aditia menyebut masa awal operasional rute hingga Manggarai menjadi tahap penting bagi LRT Jakarta. Menurut dia, berbagai persiapan bertahap turut mendukung kelancaran layanan.
Aditia menjelaskan, LRT Jakarta terus memantau pola perjalanan dan kondisi operasional setelah masyarakat mulai menggunakan layanan tersebut. Pemantauan itu membantu pihaknya mengevaluasi dan meningkatkan kualitas layanan.
“Kami menyadari dalam setiap tahap pengoperasian akan selalu ada ruang untuk melakukan penyempurnaan,” ujarnya, dikutip dari Beritasatu.com.
LRT Jakarta juga menyiapkan armada sesuai kebutuhan perjalanan masyarakat. Pada waktu tertentu, pihaknya dapat menyesuaikan jumlah light rail vehicle (LRV) berdasarkan pola perjalanan pengguna.
“Kami terus melihat kebutuhan di lapangan, termasuk pola perjalanan dan jumlah pengguna pada waktu tertentu. Penyesuaian jumlah LRV dilakukan sebagai bagian dari upaya kami untuk mengoptimalkan keterangkutan, dengan tetap memastikan kesiapan armada untuk mendukung operasional layanan,” jelasnya.
Aditia mengatakan, LRT Jakarta turut mengevaluasi berbagai masukan masyarakat selama masa awal pengoperasian. Pihaknya kemudian melakukan penyesuaian secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah menggunakan layanan dan memberikan masukan. “Kami akan terus mendengarkan dan memantau kondisi di lapangan agar dapat melakukan perbaikan yang diperlukan dan memberikan layanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat,” katanya. (P-Zamir)

