
Guruh Soekarnoputra dilaporkan dalam kondisi sakit kritis. Pria 73 tahun itu saat ini sedang dirawat di rumah sakit. (Detikcom/Lamhot Aritonang).PRIORITAS, 24/9/26 (Jakarta): Kabar duka mendalam menyelimuti panggung seni serta politik Tanah Air. Pasalnya, maestro musik sekaligus adik dari Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, mengembuskan napas terakhir.

Almarhum meninggal dunia pada usia 73 tahun di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, pada Sabtu (26/9/2026) seperti dilansir dari CNN.
Pihak keluarga dan kerabat membenarkan kepergian sosok putra bungsu Presiden Pertama RI, Soekarno, tersebut. Sosoknya meninggalkan jejak karya seni yang sangat legendaris bagi Indonesia. “Benar, beliau meninggal. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Selanjutnya, almarhum mengawali karier seni sejak usia muda melalui grup musik Guruh Gipsy dan Swara Mahardika. Musisi andal ini melahirkan deretan lagu hits seperti Kala Sang Surya Tenggelam dan Galih dan Ratna.

Karya ciptaannya mewarnai perjalanan musik populer Indonesia selama bertahun-tahun.
Selain menggeluti dunia tari dan musik, almarhum juga menyelesaikan pendidikan magister di bidang manajemen. Dedikasi tingginya pada kebudayaan menjadikan sosoknya sangat dihormati oleh publik.
Sementara itu, almarhum juga berkiprah aktif dalam kancah politik nasional sejak dekade 1980-an. Almarhum mengabdi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) selama kurun waktu 1999 hingga 2024.
Kiprah panjangnya di parlemen membuktikan komitmen besar terhadap kemajuan bangsa.
Oleh sebab itu, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik yang kaya akan karya dan dedikasi. Selamat jalan sang maestro seni Indonesia. (P-*Ant/Gio R)

