Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra melejit tertinggi di angka 23,2 persen

Herling Tumbel
Kamis, 24 September 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 24/9/26 (Jakarta): Partai Gerindra sukses menempati posisi teratas sebagai partai politik (parpol) dengan elektabilitas tertinggi di Indonesia saat ini. Berdasarkan hasil survei nasional terbaru yang dirilis lembaga Poltracking Indonesia pada Kamis (24/6/26), partai berlambang kepala burung Garuda tersebut berhasil mencatatkan tingkat keterpilihan sebesar 23,2 persen.


Angka ini menempatkan Gerindra unggul jauh di atas partai-partai besar lainnya dalam simulasi surat suara yang melibatkan 18 partai politik.

Gerindra, PDIP, Golkar di Tiga Besar

Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengonfirmasi bahwa posisi kedua ditempati oleh PDI Perjuangan, disusul Partai Golkar di urutan ketiga.

“Pada simulasi surat suara 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas 23,2 persen,” ungkap Yoki Alvetro saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (24/9/26), sebagaimana dilansir dari Antara.


Berikut adalah daftar lengkap tingkat elektabilitas partai politik yang berhasil menembus angka di atas 1 persen menurut survei Poltracking Indonesia:

Peringkat Partai Politik Tingkat Elektabilitas
1 Partai Gerindra 23,2%
2 PDI Perjuangan 11,6%
3 Partai Golkar 10,4%
4 PKB 6,2%
5 Partai Demokrat 6,1%
6 Partai NasDem 4,4%
7 PAN 3,4%
8 PKS 3,3%
9 PSI 2,3%
10 PPP 1,9%

Sementara itu, delapan partai politik lainnya dalam simulasi ini mendapatkan persentase di bawah satu persen.

Metodologi dan latar belakang survei

Disebutkan, survei nasional tatap muka yang bertajuk “Membaca Peta Elektoral & Dinamika Partai Politik” ini diselenggarakan pada periode 14–20 Agustus 2026.

Rincian teknis metodologi survei yang digunakan oleh Poltracking Indonesia, jumlah sampel 1.220 responden yang dipilih secara acak, margin of error sekitar +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Selain itu, cakupan wilayah menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional, berbasis pada data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024.

Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan cara  wawancara langsung (tatap muka) oleh pewawancara terlatih dengan bantuan teknologi aplikasi khusus.

Setiap pewawancara bertugas mengumpulkan data dari 10 responden di tiap desa atau kelurahan yang terpilih. (P-Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan