
Hujan lebat landa Tokyo menyebabkan tanah longsor dan menewaskan dua orang. Jepang dalam sepekan terakhir dilanda cuaca buruk angin kencang dan curah hujan tinggi. (kyodonews)PRIORITAS, 22/9/26 (Tokyo): Hujan lebat melanda wilayah Tokyo di Jepang dan memicu tanah longsor di prefektur Chiba dan Kanagawa, dengan dua orang dipastikan tewas.

Mengutip pihak berwenang setempat, Kyodo News, melaporkan hari Selasa, topan besar yang bergerak mendekati Dujuan pantai Pasifik timur Jepang, menjadi penyebab curah hujan tinggi tersebut.
Di Sodegaura, Chiba, seorang pria berusia 51 tahun yang sedang bekerja memperbaiki jalan yang rusak meninggal setelah tanah longsor mengubur dirinya dan ekskavator hidrolik yang dioperasikannya, kata polisi.
Di kota yang sama, seorang wanita berusia 40-an mengalami luka ringan setelah menabrak puing-puing akibat tanah longsor.

Di Yokosuka, Prefektur Kanagawa, seorang warga perempuan meninggal setelah rumahnya tertimpa tanah longsor yang menyebabkan lumpur masuk ke dalam rumah.
Di kota tetangga, Miura, tanah longsor menghantam sebuah apartemen dan seorang warga masih belum ditemukan.
Sejumlah orang lainnya dilaporkan hilang di wilayah Kanto bagian timur.
Pemerintah Prefektur Kanagawa meminta pengerahan Pasukan Bela Diri untuk membantu operasi penyelamatan.
Badan meteorologi mengeluarkan peringatan tingkat tertinggi tanah longsor pada skala 5 poin untuk bagian utara gugusan pulau Izu.
Peringatan Level 4 untuk bagian gugusan pulau lainnya serta sebagian wilayah prefektur Tokyo, Chiba, Kanagawa, Ibaraki, dan Miyagi.
Menurut Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana, 21 rumah di Chiba, 27 di Ibaraki, dan satu di Kanagawa rusak akibat topan, termasuk beberapa yang terendam air.
Pembatalan penerbangan
Badan Meteorologi Jepang menyatakan Topan Dujuan melewati dekat Semenanjung Boso di Prefektur Chiba, sebelah timur Tokyo, mulai Senin malam hingga larut malam.
Hujan deras terjadi di Izu Oshima, pulau terbesar di gugusan Izu, yang terletak sekitar 100 kilometer dari Tokyo, serta di wilayah Kanto dan Prefektur Shizuoka di Jepang tengah.
Di kota Chiba, jalanan tergenang banjir dan dua mobil melaju ke tengah genangan air hingga terendam, namun para pengemudi berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada yang terluka, menurut dinas pemadam kebakaran setempat.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata memberlakukan pembatasan pencegahan terhadap lalu lintas kendaraan di terowongan bawah tanah kota Chiba, tempat banjir akibat hujan lebat pada bulan Agustus menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Layanan kereta cepat di Jalur Tokaido Shinkansen, yang menghubungkan Tokyo dan Osaka, belum mengalami penundaan atau pembatalan akibat hujan, kata Japan Railway Central.
Meski begitu, di bagian Timur, JR East telah menangguhkan layanan di beberapa jalur lokal yang melewati wilayah metropolitan Tokyo dan wilayah Tohoku timur laut.
Topan ke-25 tahun ini telah mengganggu transportasi lainnya, memaksa penutupan beberapa bagian jalan tol di tengah periode liburan lima hari.
All Nippon Airways dan Japan Airlines memutuskan untuk membatalkan lebih dari 270 penerbangan, terutama penerbangan ke dan dari bandara Haneda Tokyo, yang berdampak pada sekitar 40.000 orang secara total.
Topan tersebut berada sekitar 140 kilometer timur-tenggara Choshi, Chiba, dan bergerak ke timur laut dengan kecepatan 35 kilometer per jam pada pukul 22.00.
Menurut situs web badan tersebut, tekanan atmosfer di pusatnya mencapai 960 hektopascal, dengan hembusan maksimum 198 km/jam. (P-*/jw)

