Nusron pilih bungkam saat ditanya alasan mundur dari Golkar

Khalied Malvino
Senin, 21 September 2026
Parpol POLKAM 0 243
2 menit membaca

PRIORITAS, 21/9/6 (Jakarta): Pembahasan RUU Pengaturan Reforma Agraria di Gedung DPR/MPR RI menjadi agenda resmi Kementerian ATR/BPN sebelum Menteri Nusron Wahid mengonfirmasi pengunduran dirinya dari kepengurusan DPP Partai Golkar.


Berdasarkan rekam struktur organisasi partai, sosok pejabat negara tersebut memegang posisi Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar periode 2024–2029.

“Mohon maaf mas ya, mohon maaf ya, saya punya privasi untuk jalan mas, boleh enggak saya jalan mas?” kilah Nusron menghindar pertanyaan wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/26).

Menurut keterangan resminya kepada media, keputusan pengunduran diri tersebut mengemuka usai pembahasan internal bersama pimpinan partai. Berdasarkan proses komunikasi tersebut, keputusan pelepasan posisi kepengurusan sudah bergulir sejak tahun sebelumnya.


“Kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu,” kata Nusron.

Dalam prosedur penanganan keanggotaan, penentuan status kader kini berada di tangan pimpinan tertinggi partai. Berdasarkan arahan pejabat terkait, informasi detail mengenai tindak lanjut keputusan dapat dikonfirmasi langsung ke DPP Golkar.

“Jadi selebihnya, lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama,” katanya.

Berdasarkan data Sekretariat Jenderal Partai Golkar, berkas pengunduran diri tersebut telah masuk ke pengurus pusat sejak pertengahan tahun. Sesuai catatan kronologi organisasi, permohonan tertulis pejabat kementerian tersebut sudah diterima oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

“Sudah lama. Seingat saya lebih dari 6 bulan lalu,” kata Sarmuji di Jakarta, Sabtu (19/9/26). (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan