Asian Games 2026: Sumaya persembahkan medali perak, Indonesia ketambahan dua perunggu

Wolter Rumapar
Minggu, 20 September 2026
OLAHRAGA 0 75
3 menit membaca

PRIORITAS, 20/9/26 (Nagoya): Atlet teqball putri Indonesia Sumaya meraih medali perak untuk kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.


Bertanding di Nagoya City Higashi Sports Center, Aichi, Jepang, Minggu (20/9/26), Sumaya harus mengakui keunggulan wakil Myanmar Wai Khin Hnin dalam pertandingan final yang berlangsung ketat hingga set penentuan dengan skor 12-10, 8-12, 9-12.

“Alhamdulillah, tetap disyukuri. Buat seluruh pendukung di Indonesia saya belum bisa memberikan emas,” ujar Sumaya usai pertandingan.

Yoga dan Seraf raih perunggu


Selain Sumaya yang meraih perak, juga atlet Indonesia Yoga Ardika Putra dari cabang terbalik putra dan atlet wushu Seraf Naro Siregar pada nomor changquan
masing-masing meraih medali perunggu.

Seraf Naro Siregar meraih perunggu setelah harus berpacu dengan waktu untuk memulihkan cedera kedua kakinya.

Sekitar satu setengah bulan sebelum pertandingan, Naro mengalami cedera pada meniskus kaki kiri dan tendon patela.

Pada cabang olahraga yang baru dipertandingkan di Asian Games 2026 yakni terbalik, Indonesia langsung meraih medali perak melalui Sumaya.

strong>Sumaya gagal sumbang emas

Sumaya nyaris meraih emas setelah harus bertarung ketat dengan atlet Myanmar. Pada set pertama, Sumaya sempat memegang kendali permainan dan unggul 5-1.

Namun, Wai Khin Hnin perlahan mengejar hingga kedudukan menjadi 8-8. Sumaya kembali mengambil momentum setelah memanfaatkan kesalahan lawan untuk unggul 10-8. Pertandingan kemudian berlangsung semakin ketat ketika atlet Myanmar menyamakan kedudukan menjadi 10-10.

Dukungan penonton dan suasana pertandingan yang semakin panas membuat persaingan kedua pemain berlangsung sengit.

Sumaya akhirnya mengamankan set pertama 12-10 melalui bola yang ditempatkan dengan baik.

Memasuki set kedua, Sumaya justru tertinggal sejak awal setelah beberapa kesalahan membuat Myanmar unggul 3-0.

Sumaya sempat memperkecil ketertinggalan melalui kegagalan lawan mengembalikan bola, tetapi Wai Khin Hnin mampu mempertahankan keunggulan hingga 7-4.

Sumaya kemudian bangkit melalui reli panjang dan servis ace untuk memperkecil jarak menjadi 6-7. Serangan berikutnya membuat skor kembali ketat hingga 7-8 dan Myanmar meminta time-out.

Setelah itu, Myanmar kembali menjauh 11-7. Sumaya hanya mampu menambah satu angka sebelum Wai Khin Hnin menutup set kedua dengan kemenangan 12-8 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Sumaya sempat memimpin

Pada set penentuan, kedua pemain kembali terlibat pertarungan sengit. Myanmar membuka keunggulan sebelum Sumaya membalas melalui serangan yang tidak mampu dikembalikan lawan.

Sumaya kemudian sempat memimpin 4-1, tetapi Myanmar mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan berbalik unggul 6-4.

Sumaya terus memberikan perlawanan dan melalui reli panjang berhasil menyamakan kedudukan 6-6. Permainan bola yang ditempatkan dengan baik kemudian membawa Indonesia unggul 7-6.

Myanmar kembali menyamakan kedudukan 7-7 dan berbalik memimpin 8-7. Persaingan semakin ketat ketika kedua pemain saling mengejar angka hingga kedudukan 10-9.

Namun, Sumaya tidak mampu mempertahankan momentum. Myanmar akhirnya mengamankan set penentuan dengan skor 12-9 untuk memastikan kemenangan sekaligus meraih medali emas.

“Saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Untuk next-nya, saya akan berlatih lebih keras lagi, akan banyak event-event,” ujar Sumaya seperti dikutip Antara. (P-*/wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan