
Kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), salah satu destinasi wisata ikonik di Kabupaten Badung, Bali. Pemkab Badung akan membangun lebih banyak fasilitas publik dalam APBD Perubahan 2026. (Courtesy: Pinterest via kabarbaik.co)PRIORITAS, 18/9/26 (Badung, Bali): Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, menyepakati Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bersama DPRD Badung. Dalam postur anggaran baru ini, Pemkab Badung menaruh prioritas besar pada sektor pembangunan fisik dan fasilitas publik.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengungkapkan bahwa sektor infrastruktur mendominasi sebagian besar performa struktur belanja daerah di kabupaten yang terletak di Bali Selatan yang sampai saat ini menjadi pusat wisata di Pulau Dewata.
“Sebesar 59,23 persen dari total belanja pada perubahan APBD 2026 ini dialokasikan khusus untuk bidang infrastruktur,” ujar Adi Arnawa di ibukota Kabupaten Badung, Mangupura, Jumat (18/9/26).

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, dan DPRD setempat menyepakati Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Jumat (18/9/26). (Courtesy: Antara)
Disampaikan, pada anggaran perubahan ini, total belanja daerah Kabupaten Badung dirancang menyentuh angka Rp13 triliun lebih. Anggaran jumbo ini didistribusikan ke berbagai sektor pelayanan publik.
Sektor belanja operasi sebesar Rp6,2 triliun, belanja modal (sarana fisik) Rp4,8 triliun, belanja transfer (tingkat desa) Rp1,8 triliun, dan belanja tidak terduga (darurat) Rp129 miliar.
Sementara itu, untuk pos pendapatan daerah, Pemkab Badung menargetkan angka Rp10,5 triliun lebih. Pendapatan ini ditopang secara masif oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan menembus Rp9,7 triliun, serta pos pendapatan transfer sebesar Rp787 miliar.
Selain fokus pada pembangunan fisik secara umum, Pemkab Badung juga bergerak cepat merespons isu kemacetan di kawasan pariwisata internasional. Langkah nyata yang diambil adalah menyiapkan anggaran khusus untuk pembebasan lahan fasilitas publik.
“Kami menyiapkan belanja strategis, terutama pengadaan tanah di beberapa titik krusial. Ini menjadi upaya nyata kami untuk mengatasi kemacetan dengan membangun kantong-kantong parkir ke depan,” ungkap Adi Arnawa.
Di akhir penjelasannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pimpinan dan anggota Dewan Kabupaten Badung, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Diketahui, kerja keras lintas lembaga ini membuat pembahasan rancangan APBD Perubahan 2026 berjalan dengan serius dan penuh semangat hingga mencapai kesepakatan bersama. (P-Ant/ht)