Gunung Semeru erupsi lagi Rabu malam disertai dentuman gemuruh, warga diminta waspadai ancaman lahar dingin

Herling Tumbel
Kamis, 17 September 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 17/9/26 (Lumajang, Jawa Timur): Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Rabu (16/9/26) malam pukul 22.18 WIB. Erupsi kali ini dilaporkan disertai suara dentuman dan gemuruh yang cukup jelas, meskipun visual letusan tidak teramati akibat tertutup kabut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, menjelaskan, aktivitas vulkanik tersebut terekam jelas di alat seismograf. “Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi gempa letusan selama 128 detik,” kata Agastya dalam laporan tertulisnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, membenarkan adanya suara gemuruh tersebut. Kendati sempat memicu kewaspadaan, ia memastikan kondisi sejauh ini masih aman. “Alhamdulillah, tidak ada dampak kerusakan atau korban akibat suara gemuruh tersebut,” ujar Isnugroho.

Zona merah Semeru

Dijelaskan, saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III (Siaga). Menanggapi situasi terbaru ini, BPBD Lumajang memperketat peringatan kepada masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi rekomendasi jarak aman.

Sektor Tenggara (Besuk Kobokan). Dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.

Sempadan Sungai. Dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Radius Puncak. Steril dari seluruh aktivitas manusia dalam radius 5 km dari kawah aktif karena rawan bahaya lontaran batu pijar.

Antisipasi ancaman lahar dingin

Dilansir dari Antara Kamis (17/9/26) WIB dinihari, pihak BPBD Lumajang menjelaskan, selain ancaman langsung dari erupsi, warga diimbau untuk tetap mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa awan panas guguran, lava, dan banjir lahar dingin.

Risiko ini mengintai sepanjang aliran sungai yang berhulu langsung di puncak Gunung Semeru.

BPBD Lumajang meminta masyarakat yang berada di dekat aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya, untuk selalu siaga dan memantau perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang. (P-Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025