

Empat orang tewas di ibu kota Ukraina, Kyiv, dalam serangan yang terjadi semalaman, menurut keterangan pejabat setempat. (‘Courtesy’ BBC)
PRIORITAS, 2/6/2026 (Ukraina): Gelombang serangan rudal dan drone Rusia menghantam sejumlah wilayah Ukraina pada Selasa dini hari, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan ini menjadi salah satu operasi udara terbesar yang dilancarkan Moskow dalam beberapa bulan terakhir.
Korban jiwa dilaporkan berasal dari dua kota utama, yakni enam orang di Dnipro dan empat orang di ibu kota Kyiv. Selain itu, sejumlah anak-anak termasuk di antara korban luka akibat serangan yang menghantam kawasan permukiman.
Tim penyelamat dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban. Di Kyiv, petugas masih berupaya menjangkau sejumlah warga yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang rusak akibat ledakan.
Peringatan serangan udara diberlakukan di sebagian besar wilayah Ukraina sejak dini hari. Suara ledakan dan aktivitas drone terdengar di berbagai kawasan ibu kota saat serangan berlangsung.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengimbau warga tetap berada di tempat perlindungan selama ancaman serangan masih berlangsung. Asap tebal terlihat membumbung dari beberapa titik di pusat kota setelah sejumlah rudal menghantam area permukiman dan infrastruktur sipil.
Serangan tersebut memicu kebakaran di beberapa lokasi, termasuk dekat stasiun pengisian bahan bakar, area konstruksi, rumah tinggal, dan gedung apartemen. Gangguan pasokan listrik juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kyiv.
Di kota Kharkiv, sedikitnya 10 orang mengalami luka-luka akibat serangan rudal dan drone yang terjadi pada malam hari. Salah satu korban merupakan anak-anak.
Sementara itu, sebuah fasilitas industri di Zaporizhzhia juga menjadi sasaran serangan. Otoritas setempat masih melakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan lebih dari 700 drone dan rudal dalam serangan semalam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 642 berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap serangan yang sebelumnya dilakukan Ukraina. Moskow menyebut seluruh target yang telah ditetapkan berhasil dihantam.
Sehari sebelum serangan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan kemungkinan terjadinya serangan besar dari Rusia dan meminta masyarakat memperhatikan setiap peringatan serangan udara yang dikeluarkan otoritas.
Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang sebuah asrama mahasiswa di wilayah timur yang dikuasai Moskow. Ukraina menyatakan sasaran yang diserang merupakan unit militer Rusia.
Di wilayah Rusia, serangan drone juga dilaporkan memicu kebakaran di Kilang Minyak Ilsky yang berada di Krasnodar Krai. Otoritas setempat menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022 terus memicu serangan balasan dari kedua pihak. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Kyiv kembali menjadi sasaran serangan udara berskala besar setelah berakhirnya gencatan senjata singkat pada Mei lalu. (P-/Gio R)