Utusan Khusus AS, Jared Kushner (ketiga dari kiri) bersama Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian, Nickolay Mladenov dan tim mereka bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog, (tiga dari kanan) di Yerusalem, Senin 17 Agustus 2026.(israel gpo)PRIORITAS, 18/8/26 (Kairo): Militer Israel akan melakukan serangan besar-besaran untuk menghancurkan seluruh Jalur Gaza termasuk semua markas Hamas, jika kelompok militan itu menolak menyerahkan semua senjata.
Utusan khusus Amerika Serikat, Jared Kushner, menyampaikan peringatan keras itu kepada kelompok Hamas, dengan mengatakan mereka harus menghormati komitmennya untuk melucuti senjata di Gaza atau menghadapi operasi militer Israel untuk ‘menyelesaikan pekerjaan’.
Petikan kata itu merujuk operasi militer besar-besaran Israel untuk memusnahkan dan melenyapkan semua militan Hamas di Gaza, seperti selalu dikemukakan Perdana Menteri Israel sebagai syarat penarikan pasukan, sesuai kesepakatan rencana Board of Peace (Dewan Perdamaian) Presiden AS Donald Trump.
Kushner menyampaikan pernyataan tersebut setelah perjalanan diplomatik selama 48 jam, dari pertemuan tatap muka yang jarang terjadi dengan para pemimpin Hamas di Kairo, hingga sesi hampir empat jam dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv.
“Kami tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri jika ada ancaman yang akan segera terjadi. Jadi kami harus mengklarifikasi apa artinya itu”, katanya.
Israel telah melakukan serangan udara dan darat sejak Oktober 2023 lalu sehingga menghancurkan sebagian besar Gaza.
Militer Israel juga sudah merebut lebih banyak wilayah di Gaza meskipun ada gencatan senjata pada bulan Oktober 2025, sementara Hamas ketika itu menolak untuk menyerahkan senjatanya.
Kushner juga menegaskan Gaza tidak dapat dibangun kembali sampai demiliterisasi (perlucutan senjata) dilakukan.
“Kami tidak akan mengizinkan Gaza dibangun kembali sampai demiliterisasi terjadi,” kata Kushner.
Demiliterisasi itu mencakup penyerahan dan pemusnahan semua senjata, ringan dan berat, serta penghancuran total seluruh terowongan bawah tanah Hamas.
Kushner bertemu dengan para pemimpin Hamas di Kairo bersama Komite Nasional, pemerintahan teknokrat Palestina baru yang dijadwalkan untuk mengambil alih administrasi Gaza.
Kushner mengungkapkan, dalam pertemuan terbaru itu, kelompok Hamas akhirnya mengutarakan komitmennya terhadap rencana perdamaian 20 poin Trump dan terhadap peta jalan 15 poin, di mana mereka setuju untuk menyerahkan senjata.
“Waktu akan membuktikan apakah itu akan diimplementasikan,” kata Kushner
Menurut Kushner, jika Hamas tidak menindaklanjuti komitmen itu, semua orang akan melihat mereka tidak tulus dalam hal perdamaian.
“Israel akan mendapat lebih banyak dukungan dari AS dan negara lain untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang tepat,” kata Kushner mengingatkan
Hamas sulit dipercaya
Ini adalah pertemuan kedua Kushner dengan kelompok Hamas. Kushner mengakui kelompok militan Hamas memang sulit dipercaya.
“Mereka mengatakan semua hal yang benar, tetapi jelas, sangat, sangat sulit untuk mempercayai, Anda tahu, organisasi teroris yang melakukan kekejaman mengerikan ini,” kata Kushner.
Meski begitu, menantu Presiden Trump itu masih memberi kesempatan kepada kelompok Hamas untuk mencapai perdamaian dengan Israel.
“Kami mengadakan pertemuan yang sangat ramah, dan mereka mengatakan semua hal yang benar, jadi kami akan memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan kinerja mereka. Itu harus didasarkan pada tindakan dan langkah-langkah, dan saya harap itu akan terwujud”, katanya.
Kushner melakukan perjalanan ke Kairo didampingi Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian, Nikolay Mladenov, dan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Mereka juga bertemu dengan mediator Mesir, Qatar, dan Turki, menurut Turkiye Today mengutip Axios.
Kushner menguraikan garis waktu kasar untuk perlucutan senjata.
“Kita bisa melihat kemajuan dalam waktu sesingkat 30 hari. Mudah-mudahan, kita akan mulai mengeluarkan beberapa senjata, dan menimbun beberapa terowongan dalam 60 hingga 90 hari ke depan”, jelasnya.
Dia menyebut kesepakatan itu sebagai situasi saling menguntungkan bagi Israel.
Jika Hamas benar-benar menyerahkan senjata dan terowongannya secara sukarela dalam waktu 60 hingga 90 hari, itu jelas akan menghilangkan ancaman keamanan yang sangat besar bagi Israel. “Sebuah pencapaian yang hampir tak terbayangkan”, ujar Kushner.
Senjata dihancurkan
Berdasarkan rencana tersebut, Hamas pertama-tama akan menyerahkan seluruh senjatanya kepada pemerintah teknokrat Palestina.
Pemerintah ini kemudian akan mentransfernya ke Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang bertugas untuk menghancurkannya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu meminta kepala intelijen militer Israel dan Shin Bet untuk memberikan pengarahan kepada tim Kushner tentang dugaan pelanggaran Hamas.
Saat Kushner dan Netanyahu bertemu, Trump mengatakan ia ingin Israel menghentikan serangan udaranya di Gaza.
Kushner dan Netanyahu sepakat untuk membentuk mekanisme “dekonflik” di Gaza untuk memantau pelanggaran dan mengatasi kekhawatiran Israel tentang ancaman yang muncul, dengan melibatkan mediator Mesir.
“Jika Israel melihat Hamas melakukan sesuatu yang berpotensi menjadi ancaman, mereka akan melaporkannya ke mekanisme dekonflik dan mekanisme tersebut akan menyampaikannya kepada Hamas. Dengan cara ini, Hamas akan tahu bahwa kami mengawasi mereka,” kata seorang pejabat AS.
Namun Israel punya hak untuk membela diri.
“Jika Hamas menggunakan teror, kekerasan, atau mencoba mempersenjatai diri kembali, Israel akan mempertahankan hak untuk bertindak”, kata seorang pejabat di Dewan Perdamaian.
“Kami sepakat dengan [Netanyahu] tentang jalan ke depan. Israel akan memberikan kesempatan ini. Sekarang terserah Hamas untuk menunjukkan apakah mereka benar-benar berniat untuk mematuhinya”, lanjut pejabat tersebut.(P-*/jw)