Gelombang tinggi hantam perairan Nias, BMKG minta nelayan waspada

Giovanni Riung
Selasa, 18 Agustus 2026
1 menit membaca

PRIORITAS, 18/8/26 (Jakarta): Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara. Potensi cuaca ekstrem ini berlangsung pada 18–20 Agustus 2026. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, mengonfirmasi kondisi ini. Menurutnya, tiupan angin kencang menjadi pemicu utama kenaikan gelombang laut.

Perairan Barat Kepulauan Nias dan Kepulauan Batu berisiko menghadapi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter. Ancaman serupa juga mengintai kawasan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias. Sementara itu, perairan Barat Sumatra Utara dan perairan Timur Kepulauan Nias mengalami gelombang sedang. Ketinggian gelombang di wilayah tersebut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Pola angin di Sumatera bagian utara bergerak dari Tenggara menuju Barat Daya. Kecepatan angin saat ini berada pada kisaran 8 hingga 20 knot. Kondisi ini memengaruhi dinamika laut secara langsung di kawasan pesisir.

Oleh sebab itu, BMKG meminta para nelayan kecil agar meningkatkan kewaspadaan. Nelayan pengguna perahu harus berhati-hati jika angin mencapai 15 knot dan gelombang menyentuh 1,25 meter.

Imbauan serupa berlaku bagi pengawak kapal tongkang saat berlayar. Risiko keselamatan kapal ini meningkat ketika angin menembus 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter.

Terakhir, nahkoda kapal ferry wajib memantau kondisi cuaca secara berkala. Kapal penyeberangan ini menghadapi bahaya jika angin berhembus 21 knot dengan gelombang mencapai 2,5 meter. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025