Menteri PU bergerak cepat dukung penuh penanganan pascabencana gempa bumi NTT

Herling Tumbel
Minggu, 16 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 15/8/26 (Jakarta): Merespon bencana gempa bumi yang mengguncang sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bergerak cepat.


Ia segera menginstruksikan jajaran balai di wilayah NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.

“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” ujar Dody di Jakarta, Sabtu (15/8/26).

Ia menjelaskan, di sektor infrastruktur jalan, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sejak pagi melakukan pemantauan dan penanganan terhadap sejumlah titik longsoran pada ruas jalan nasional.


Longsoran di tiga ruas jalan

Dari laporan sementara yang diterima Menteri PU, longsoran teridentifikasi di tiga ruas, yakni Ruteng–Km 210 sebanyak tiga titik, Km 210–Batas Kabupaten Manggarai satu titik, serta Aegela–Batas Kota Ende sebanyak delapan titik.

Disebutkannya, untuk menjaga akses tetap fungsional, sejumlah alat berat telah digerakkan, antara lain loader dan excavator pada titik-titik penanganan di wilayah kerja terkait.

Dody Hanggodo dijadwalkan menuju NTT bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga menggunakan pesawat Boeing 737 TNI Angkatan Udara dari Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo pada Sabtu malam.

Diketahui, keberangkatan Dody bersama rombongan merupakan bagian dari respons cepat pemerintah pusat dalam memastikan penanganan bencana berjalan secara terpadu.

Direncanakan rombongan akan membawa amanah bantuan Presiden Prabowo Subianto berupa 50.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak yang akan disalurkan melalui Maumere, NTT.

Pemeriksaan infrastuktur sumber daya air

Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur sumber daya air di wilayah terdampak.

Pemeriksaan dilakukan pada Bendungan Napungete dan Bendungan Waerita di Kabupaten Sikka serta Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo.

Dilaporkan, secara visual, kondisi ketiga bendungan tersebut terlihat baik, sementara pemeriksaan lebih detail masih dilakukan oleh tim untuk memastikan kondisi struktur dan komponen pendukung pascagempa.

BBWS Nusa Tenggara II juga menangani dampak gempa pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi (DI) Waelaku di Kabupaten Manggarai Timur. Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat kerusakan ringan pada bendung dan longsoran yang menutupi saluran sekunder.

Dalam keterangannya Menteru PU mengatakan, Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, serta unsur terkait lainnya dalam penanganan dampak gempa di NTT.

Selain penanganan lapangan, proses pendataan dan verifikasi terhadap kondisi jalan, jembatan, infrastruktur sumber daya air, serta fasilitas publik lainnya masih berlangsung.

Seperti diketahui, gempa bumi di NTT terjadi pada Sabtu sekitar pukul 05.58 Wita dengan kekuatan magnitudo 7,7. Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau adanya tsunami.

Berdasarkan laporan sementara, sejumlah wilayah terdampak meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka.

Proses verifikasi dampak terhadap masyarakat dan infrastruktur masih terus dilakukan di lapangan. (P-Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan