
Warga menunggui kedatangan keluarganya di Terminal Kedatangan Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/7/2024). (‘Courtesy’ Antara Foto/Basri Marzuki/foc)PRIORITAS, 15/08/26 (Palu): Penerbangan langsung Guangzhou-Palu mulai memberikan dampak baru terhadap konektivitas udara di Sulawesi Tengah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai rute internasional tersebut ikut menghidupkan penerbangan lokal, terutama jalur Palu-Morowali dan Morowali-Palu.

Asisten II Setda Sulawesi Tengah Rudi Dewanto mengatakan penerbangan Guangzhou-Palu kini menjadi pengumpan bagi rute penerbangan domestik.
“Dampaknya menjadi pengumpan untuk rute penerbangan lokal, Palu-Morowali dan Morowali-Palu,” kata Rudi di Palu, Jumat.
Menurut Rudi, saat ini rute Palu–Morowali dilayani maskapai Wings Air. Namun, pembukaan konektivitas internasional Palu-Guangzhou juga membuka peluang masuknya maskapai Sriwijaya Air pada jalur tersebut.

Pemprov Sulawesi Tengah juga menyiapkan pengembangan penerbangan langsung Palu-Guangzhou. Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu nantinya akan melayani tiga kali penerbangan langsung Palu-Guangzhou.
Penguatan konektivitas udara juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Morowali. Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf sebelumnya menyebut penerbangan perdana Sriwijaya Air di Bandara Maleo Morowali sebagai momentum penting.
Menurut Iksan, penerbangan tersebut dapat memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Morowali mengusulkan penerbangan langsung menuju Palu dan penambahan jadwal penerbangan menuju Kendari.
Sementara itu, Kabupaten Morowali Utara mengusulkan pembukaan rute langsung menuju Manado.
Iksan menilai pengembangan rute penerbangan penting untuk memperkuat hubungan antarwilayah.
Konektivitas yang semakin baik juga dapat mendukung arus investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido menilai penerbangan langsung Palu-Guangzhou memiliki dampak lebih luas.
Menurutnya, rute tersebut dapat membuka peluang perdagangan, investasi, pariwisata, serta memperkuat hubungan Sulawesi Tengah dengan Tiongkok.
Melansir Antara News, Reny mengatakan sebelum rute langsung Palu-Guangzhou tersedia, masyarakat Sulawesi Tengah harus transit di Jakarta. Perjalanan tersebut bahkan tidak jarang mengharuskan penumpang menginap sebelum melanjutkan penerbangan.
Kini, penerbangan langsung membuat perjalanan menjadi lebih efisien.
Pemprov Sulawesi Tengah berharap konektivitas tersebut ikut meningkatkan daya saing daerah dan memperkuat posisi Sulteng sebagai kawasan tujuan investasi serta perdagangan.
Dengan bertambahnya koneksi udara, pemerintah juga melihat peluang baru bagi pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi antara Palu, Morowali, dan wilayah lainnya. (P-*Ant/sm)

