
Pelepasan balon di Kabupaten Gorontalo, sebagai tanda diresmikannya Kecamatan Tilango Siaga TBC. Pelepasan balon dilakukan Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus, didampingi Wabup Gorontalo Tonny Junus (depan kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa (depan kiri). (‘Courtesy’ Antara/HO-Dinkes P2KB Gorontalo)PRIORITAS, 14/08/26 (Gorontalo): Provinsi Gorontalo kini memiliki Kecamatan Siaga Tuberkulosis (TBC). Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, menjadi wilayah pertama yang mendapat status tersebut. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus meresmikannya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa mengatakan langkah itu memperkuat upaya eliminasi TBC di wilayahnya.
“Kita bersyukur daerah ini resmi memiliki Kecamatan Siaga TBC. Ini adalah upaya dalam mengeliminasi penyakit menular ini di Provinsi Gorontalo,” kata Anang di Gorontalo, Kamis (13/8).
Menurutnya, pembentukan Kecamatan Siaga TBC memperkuat gerakan pemerintah hingga tingkat masyarakat. Program tersebut juga mendorong keterlibatan berbagai sektor dalam mencegah dan menemukan kasus TBC lebih awal.

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pemerintah pusat menempatkan eliminasi TBC sebagai program prioritas. Program tersebut masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Karena itu, Kementerian Kesehatan terus memastikan program berjalan hingga tingkat lapangan.
Kemenkes juga memantau pelaksanaan program secara intensif. Pemerintah memberikan dukungan berupa peralatan, pendanaan, pemeriksaan, serta penguatan kader di lapangan.
Benjamin mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kolaborasi itu terlihat dalam pelaksanaan Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pemerintah juga mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining TBC.
Menurut Benjamin, kolaborasi tersebut menunjukkan keterlibatan pemerintah hingga sektor administrasi kependudukan. Ia mencontohkan peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam memastikan warga memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Kami sangat terkesan dengan Gorontalo, sebab bukan hanya dari dinas kesehatan tetapi ada juga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” katanya. Menurutnya, petugas dapat langsung mengaktifkan NIK warga yang belum tercatat. Langkah tersebut membantu pemerintah memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan.
Benjamin menegaskan pemberantasan TBC tidak cukup dengan mengobati pasien. Pemerintah juga harus mencegah penularan sejak awal. Karena itu, strategi eliminasi TBC mencakup deteksi dini dan pencegahan penularan.
Pemerintah juga perlu memperbaiki kondisi tempat tinggal masyarakat. Selain itu, keterlibatan lintas sektor menjadi kunci untuk memutus rantai penularan.
Wamenkes Benjamin bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus turut meninjau pelayanan Posyandu enam SPM dan CKG. Keduanya melihat langsung integrasi layanan tersebut dengan skrining TBC. Pelayanan kesehatan melibatkan dokter spesialis penyakit dalam, spesialis gizi klinik, dan spesialis anak.
Petugas juga memberikan pelayanan kepada bayi, balita, anak, dan ibu hamil. Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan komitmennya mempercepat eliminasi TBC. Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat untuk mencapai target eliminasi penyakit tersebut. (P-*Ant/sm)

