Bank Indonesia bongkar masalah UMKM Sulteng, minta perbankan jangan pelit kucurkan modal

Sem Muhaling
Kamis, 13 Agustus 2026
DAERAH UMKM 0 258
4 menit membaca

PRIORITAS, 11/8/26 (Palu): Bank Indonesia (BI) meminta perbankan di Sulawesi Tengah meningkatkan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah itu penting untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendorong UMKM naik kelas.

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menyampaikan permintaan tersebut saat membuka Posalia Sulteng Digfest 2026 atau Pesta Rakyat. Kegiatan itu berlangsung di Kota Palu, Selasa (11/8/26).

Menurut Aida, perbankan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, bank konvensional harus hadir dengan layanan keuangan yang mudah dijangkau masyarakat.

“Bank konvensional harus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk dalam pembiayaan modal usaha untuk penguatan ketahanan ekonomi keluarga,” kata Aida seperti dilansir dari Antara News.

Ia menilai akses permodalan menjadi salah satu kebutuhan utama pelaku UMKM. Modal tersebut membantu pelaku usaha menjalankan kegiatan produksi sekaligus memperluas pasar. Selain modal, pelaku UMKM juga membutuhkan dukungan lain untuk mengembangkan usahanya. Salah satunya berkaitan dengan sertifikasi halal yang menjadi kewajiban pemerintah.


Bunga rendah kunci UMKM berkembang

Aida menegaskan bahwa akses pembiayaan yang mudah dapat mempercepat perkembangan usaha masyarakat. Kondisi tersebut semakin penting bagi pelaku usaha yang menjalankan bisnis dalam skala rumahan.

Menurut dia, bunga pembiayaan yang rendah juga dapat membantu pelaku UMKM menjaga keberlanjutan usahanya. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan produksi dan memperluas pasar.

“Akses keuangan yang mudah dan bunga pembiayaan yang rendah sangat menopang kemajuan usaha skala rumahan,” ujarnya.

Karena itu, Aida meminta perbankan memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat. Ia juga berharap semakin banyak bank yang aktif membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Langkah tersebut, menurutnya, tidak hanya membantu UMKM memperoleh modal. Lebih jauh, pembiayaan dapat mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis dan daya saing.

Empat bank sudah salurkan pembiayaan

Dalam kesempatan tersebut, Aida mengapresiasi empat perbankan yang telah memberikan pembiayaan kepada pelaku UMKM. Keempat bank tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap penguatan sektor usaha masyarakat.

Bank Pembangunan Daerah atau Bank Sulteng memberikan layanan keuangan kepada Kedai Roti Inayah. Sementara itu, BRI memberikan pembiayaan kepada Aulia Food. Selanjutnya, Bank Tabungan Negara memberikan akses modal kepada Dapur Berkat. Bank Mandiri juga memberikan akses modal kepada Watatu Meubel Aluminium.

Keempat pelaku usaha tersebut menjadi contoh bahwa akses pembiayaan dapat membuka peluang pengembangan usaha. Karena itu, BI berharap langkah serupa terus meluas ke UMKM lainnya di Sulteng.

“Saya berharap perbankan lainnya ikut menggenjot pembiayaan modal. Dengan begitu, UMKM Sulawesi Tengah bisa naik kelas,” kata Aida.

Total pembiayaan Rp2 Miliar

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Irfan Sukarna mengungkapkan nilai pembiayaan kepada empat UMKM tersebut. Menurut dia, total pembiayaan permodalan mencapai Rp2 miliar. Angka tersebut menunjukkan adanya dukungan konkret perbankan terhadap pengembangan usaha masyarakat. Selain itu, pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM di Sulawesi Tengah.

Irfan mengatakan BI memiliki lebih dari 100 mitra UMKM binaan. Para pelaku usaha tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

“Kami memiliki mitra UMKM binaan sekitar 100 lebih pelaku usaha tersebar di sejumlah kabupaten/kota,” ujarnya.

BI, lanjut Irfan, terus memberikan berbagai bentuk intervensi kepada UMKM binaannya. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat kemampuan pelaku usaha menghadapi persaingan.


Target Bank Indonesia, UMKM Sulteng naik kelas

Irfan menegaskan komitmen BI untuk terus membantu UMKM berkembang. Pendampingan tidak hanya berfokus pada akses permodalan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas usaha. Dengan dukungan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas pasar. Selain itu, mereka juga dapat meningkatkan daya saing hingga memasuki pasar nasional. Karena itu, keterlibatan perbankan menjadi semakin penting dalam proses pengembangan UMKM. Akses pembiayaan yang lebih luas dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan produksi.

Di sisi lain, pelaku UMKM tetap perlu meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha. Dengan begitu, modal yang mereka peroleh dapat menghasilkan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

BI berharap semakin banyak perbankan ikut memperkuat pembiayaan UMKM di Sulawesi Tengah. Sinergi tersebut dapat memperluas akses modal sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

Pada akhirnya, penguatan pembiayaan UMKM bukan sekadar soal penyaluran modal. Langkah itu juga menjadi bagian penting dalam mendorong ekonomi daerah agar terus bergerak dan menciptakan peluang usaha baru. (P-Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan