
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir diwawancarai cegat Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/08/2026) (Antara/ Muhammad Heriyanto).PRIORITAS, 11/8/26 (Jakarta): Presiden Prabowo Subianto resmi mengambil langkah strategis di sektor moneter. Beliau mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) secara definitif. Penunjukan ini menjadi sorotan utama dalam dinamika ekonomi nasional pada Senin (10/8/2026). Langkah tersebut langsung menuai apresiasi dari pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai keputusan Presiden sangat tepat. Kepemimpinan Destry dinilai mampu menjaga kesinambungan kebijakan moneter. Hal ini penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Pencalonan Destry ini mengawali deretan berita ekonomi penting lainnya. Di sektor investasi, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) membawa kabar baru. Pihaknya sedang menyiapkan proses untuk memiliki saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini memperkuat pengelolaan investasi strategis milik negara.
Sementara itu, sektor ketenagakerjaan fokus pada perbaikan kualitas SDM. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat keselarasan (link and match) pendidikan dengan industri berbasis data. Kepala Barenbang Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi, memberikan penjelasannya. Pihaknya memperkuat Sistem Informasi Pasar Kerja (Labour Market Information System/LMIS). Langkah ini menjadi fondasi utama penyesuaian kebutuhan tenaga kerja.
Isu perpajakan juga mendapat kepastian dari pemerintah. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memberikan pernyataan resmi. DJP menegaskan belum ada rencana pemungutan pajak baru untuk pemilik rumah kontrakan pada 2027.

Di sisi lain, pemahaman finansial masyarakat terus membaik. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Indeks literasi keuangan masyarakat kini mencapai 69,57 persen. Angka ini naik 2,93 basis poin dari capaian 2025 sebesar 66,64 persen. (P-Gio R)

