Kemnaker harap program Magang Nasional tekan pengangguran muda

Zamir Ambia
Senin, 3 Agustus 2026
EKBIS Karir NEWS 0 239
2 menit membaca

PRIORITAS, 3/8/26 (Jakarta): Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan program Magang Nasional (MagangHub) bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan baru perguruan tinggi guna menekan tingkat pengangguran usia muda di Indonesia.


“Kemnaker berharap program Magang Nasional dapat berkontribusi pada pengurangan pengangguran muda melalui peningkatan daya saing dan kesiapan kerja lulusan baru,” kata Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/8/26), dikutip dari Antara.

Faried menuturkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi lulusan muda adalah adanya kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan formal dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

Menurutnya, banyak lulusan baru terkendala saat mencari pekerjaan karena sebagian besar lowongan mensyaratkan pengalaman kerja, sementara mereka belum memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman tersebut.


“Program ini memberikan ruang bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja nyata selama enam bulan, mendapat bimbingan dari mentor, memahami budaya kerja, mengasah kompetensi teknis dan nonteknis, serta membangun portofolio dan jejaring profesional,” imbuh Faried.

Faried menambahkan, melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan tidak hanya lebih siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi, bertahan, dan berkembang di lingkungan kerja.

Persentase program magang nasional

Berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan, pada pelaksanaan program sebelumnya sekitar 30 persen peserta berhasil memperoleh tawaran kerja setelah menyelesaikan magang.

Sementara itu, sekitar 34 persen peserta belum menerima penawaran kerja secara resmi, namun telah memiliki peluang untuk direkrut. Adapun sekitar 36 persen peserta lainnya masih belum mendapatkan tawaran pekerjaan.

“Data ini penting dibaca secara utuh. Artinya, program magang tidak otomatis menjamin seluruh peserta langsung bekerja, tetapi sudah menunjukkan adanya jalur transisi yang nyata dari magang menuju kesempatan kerja,” ucap Faried.

Di antara peserta yang memperoleh tawaran kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar dengan porsi 23,4 persen, diikuti perdagangan besar (wholesale trade) sebesar 17,9 persen, manufaktur 16,5 persen, serta sektor kesehatan 10,3 persen.

“Ini menjadi masukan bagi Kemnaker untuk memperkuat kolaborasi dengan sektor-sektor yang memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi, sekaligus memperluas partisipasi sektor lain, agar kesempatan peserta semakin beragam,” ujarnya.

Menurutnya, Magang Nasional 2026 diharapkan mampu menghadirkan manfaat dalam tiga lapisan, yaitu memperkuat kompetensi dan pengalaman peserta, memenuhi kebutuhan perusahaan akan talenta muda siap kerja, serta mempersempit kesenjangan kompetensi di pasar kerja nasional.

“Program Magang Nasional menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dalam mengurangi pengangguran muda, terutama pengangguran lulusan perguruan tinggi, melalui pendekatan yang lebih langsung,” kata Faried.

“Yaitu mempertemukan lulusan baru dengan dunia kerja, memberikan pengalaman riil, memperkuat kompetensi, dan membuka peluang rekrutmen setelah program selesai,” katanya pula. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan