Tiga kebiasaan setelah makan malam yang sebaiknya dihindari

Khalied Malvino
Minggu, 2 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 2/8/26 (Jakarta): Tiga kebiasaan setelah makan malam—berbaring, olahraga intens, dan konsumsi alkohol—dapat memengaruhi pencernaan serta kualitas tidur.


Dikutip dari Eating Well, ahli gastroenterologi mengingatkan sejumlah kebiasaan yang perlu dihindari setelah makan malam untuk mencegah gangguan pencernaan dan menjaga kenyamanan tidur.

Berbaring setelah makan

Berbaring terlalu cepat setelah makan dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan dan menyebabkan mulas.

“Salah satu kebiasaan buruk yang harus dihindari adalah berbaring sekitar dua hingga tiga jam setelah makan,” kata Edmundo Rodriguez-Frias, M.D.


Ia menjelaskan posisi rebahan segera setelah makan memberi tekanan pada bagian bawah kerongkongan dan meningkatkan risiko refluks.

“Tetap tegak setelah makan akan memberi waktu pada perut Anda untuk mencerna makanan dengan benar dan membantu memastikan anda tidur dengan nyaman,” ujarnya.

Sebagai alternatif, aktivitas ringan seperti berjalan santai, membaca, atau merapikan rumah dapat dilakukan sebelum tidur.

Langsung berlari setelah makan

Olahraga intens seperti berlari tidak disarankan dilakukan segera setelah makan malam.

Menurut Savita Srivastava, M.D., tubuh setelah makan berada dalam fase istirahat dan pencernaan sehingga aliran darah difokuskan ke sistem pencernaan.

“Lari membuat tubuh Anda memasuki mode ‘bertarung atau lari’ untuk mengalihkan aliran darah ke sistem muskuloskeletal,” katanya.

“Ini berarti usus kekurangan oksigen dan energi ketika sangat membutuhkannya, yang menyebabkan kram perut dan diare pelari yang mengganggu,” tambahnya.

Olahraga intens sebaiknya dilakukan beberapa jam setelah makan untuk menghindari gangguan tersebut.

Minum alkohol sebelum tidur

Konsumsi alkohol menjelang tidur juga dapat berdampak pada sistem pencernaan.

Dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi, Michael Bass, M.D., mengatakan alkohol dapat mengendurkan katup di bagian bawah kerongkongan.

“Masalahnya adalah alkohol mengendurkan katup di bagian bawah kerongkongan, katup yang seharusnya menahan asam lambung, dan itu mengganggu tidur Anda di paruh kedua malam,” katanya.

“Anda akan bangun dengan kurang segar dan lebih banyak mengalami refluks,” jelasnya.

Penyesuaian kebiasaan setelah makan malam dapat membantu menjaga fungsi pencernaan dan kualitas tidur. Menghindari pemicu sederhana dinilai efektif jika dilakukan secara konsisten. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan