
Petenis Indonesia Janice Tjen berlaga di babak utama kejuaraan tenis Grand Slam Wimbledon 2026. Janice maju ke babak kedua setelah mengalahkan petenis unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez. (Courtesy: Reuters via CNN Indonesia)PRIORITAS, 30/6/26 (London): Memang belum jadi juara, tapi pencapaian petenis putri Indonesia Janice Tjen di kejuaraan tenis bergengsi Grand Slam Wimbledon 2026 sungguh membanggakan. Ia mengakhiri dahaga penantian 22 tahun wakil tunggal Merah Putih di babak utama Wimbledon sejak Angelique Widjaja mencapainya di Grand Slam lapangan rumput tersebut pada 2004 silam.

Janice memastikan langkah ke babak kedua dalam debutnya sebagai petenis nonunggulan di Wimbledon setelah menumbangkan unggulan ke-22 asal Kanada Leylah Fernandez dengan skor 6-1, 7-6(3), Selasa (30/6/26) WIB.
“Ya pastinya bangga ya bisa mengulang itu sekarang, dan apalagi terakhir itu 2004. Aku senang bisa melakukan itu, tetapi harus tetap fokus untuk di round berikutnya,” kata Janice dikutip dari media sosial SPOTV.
Turnamen Grand Slam tenis Wimbledon 2026 diselenggarakan mulai 29 Juni hingga 12 Juli 2026 di kompleks All England Lawn Tennis and Croquet Club di London, Inggris.

Dalam catatan, sebelum Janice, Angelique Widjaja menjadi petenis tunggal Indonesia terakhir yang tampil di babak utama Wimbledon pada 2004.
Saat itu Angelique mengawali perjuangannya dari babak kualifikasi dengan memenangi tiga pertandingan sebelum langkahnya terhenti pada babak pertama setelah kalah dari Meilen Tu Washington asal Amerika Serikat dengan skor 2-6, 1-6.
Menpora: Sebuah langkah bersejarah
Menanggapi pencapaian Janice Tjen tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut keberhasilan Janice sebagai pencapaian bersejarah bagi tenis Indonesia.
“Setelah penantian 22 tahun, Indonesia kembali mencatat sejarah di Grand Slam Wimbledon. Janice Tjen menjadi petenis tunggal putri Indonesia pertama dalam 22 tahun yang meraih kemenangan di babak utama Grand Slam Wimbledon. Janice berhasil mengalahkan Leylah Fernandez pada pertandingan pembuka,” kata Erick melalui akun media sosialnya, seperti dilansir dari Antara.
Erick mengungkapkan, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa tenis Indonesia terus melahirkan atlet yang mampu bersaing di level dunia.
“Sebuah langkah bersejarah, sekaligus bukti bahwa tenis Indonesia terus melahirkan talenta yang mampu bersaing di panggung dunia. Terus melangkah, Janice, seluruh rakyat Indonesia akan selalu mendukung perjuanganmu,” ujarnya.
Tampil dominan
Pada babak pertama Grandslam Wimbledon 2026, Janice tampil dominan saat menyingkirkan Fernandez. Petenis berusia 24 tahun itu membukukan enam ace tanpa satu pun double fault, mencatatkan 24 winner dan hanya melakukan 10 unforced error.
Janice juga berhasil mengonversi tiga dari sembilan peluang break point, sekaligus memperlebar keunggulan menjadi 3-0 dalam catatan pertemuan melawan Leylah Fernandez, sang finalis US Open 2021.
Lolos dari babak pertama, Janice akan menghadapi petenis Australia Daria Kasatkina di babak kedua.
Dia mengatakan akan menyusun strategi bersama pelatihnya, Chris Bint, untuk menghadapi pertandingan berikutnya demi menjaga peluang melaju lebih jauh pada debutnya di Wimbledon.
Selain berlaga di nomor tunggal, Janice juga dijadwalkan tampil pada sektor ganda bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi.
Ganda putri Indonesia itu akan menghadapi pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden pada babak pertama, Kamis (2/7/26). (P-*/ht)

