
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri), melakukan pembicaraan telepon dengan PM Belanda, Rob Jetten, Kedua pemimpin negara antara lain membahas situasi di Selat Hormuz. (Courtesy: Ist./Getty Images via setikcom)PRIORITAS, 13/6/26 (Jakarta): Situasi di Selat Hormuz yang belakangan kian memanas lagi, menjadi salah satu pembicaraan penting antara Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten.

Selain itu, pemimpin kedua negara juga membahas masalah kerja sama internasional, dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Uni Eropa dan Indonesia.
Dilansir dari Antara Kamis malam WIB, yang mengutip unggahan akun Instagram Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen (@dubes_belanda), percakapan tersebut berlangsung pada Kamis (11/6/26).
“Perdana Menteri Belanda Rob Jetten @minpres, dan Presiden Indonesia @prabowo melakukan percakapan telepon yang baik hari ini,” tulis unggahan tersebut.

Dikatakan, dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga keamanan dan kemakmuran di kawasan dan sekitarnya.
Keduanya juga membahas perkembangan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia, serta situasi di Selat Hormuz.
Di tengah situasi global yang penuh gejolak, Indonesia dan Belanda terus bekerja sama untuk memperkuat hubungan bilateral.
“Tepat di dunia yang penuh gejolak ini, Indonesia dan Belanda bekerja sama untuk memperkuat hubungan,” tulis unggahan itu.
Belanda dan Indonesia disebut memiliki hubungan budaya dan sejarah yang erat serta menjalin kerja sama di berbagai bidang, antara lain perdagangan, air, dan pertanian berkelanjutan.
Pemerintah Belanda juga menyebut kedua negara merupakan mitra yang memiliki pandangan serupa di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat.
“Dan negara-negara kami adalah mitra sevisi di dunia yang berubah dengan cepat,” sebagaimana unggahan tersebut. (P-*/ht)

