Vinicius diduga jadi korban rasisme, Presiden FIFA buka suara

Khalied Malvino
Kamis, 19 Februari 2026
BOLA 0 330
1 menit membaca

PRIORITAS, 19/2/26 (Madrid): Preskden FIFA, Gianni Infantino menegaskan tak ada ruang bagi rasisme, baik di sepak bola maupun di masyarakat luas. Pernyataan itu disampaikan menyusul dugaan insiden rasisme terhadap Vinicius Junior dalam laga leg pertama Liga Champions 2025/26 antara Benfica versus Real Madrid.

“Tidak ada tempat untuk rasisme dalam olahraga kita dan dalam masyarakat. Kita membutuhkan semua pihak terkait untuk mengambil tindakan dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab,” kata Infantino, dikutip Kamis (19/2/26).

Insiden terjadi setelah Vinicius mencetak gol tunggal yang membawa Real Madrid menang 1-0 di markas Benfica. Pertandingan sempat dihentikan beberapa menit setelah pemain asal Brasil itu melaporkan dugaan tindakan rasis kepada wasit.

Wasit Francois Letexier kemudian mengaktifkan protokol resmi anti-rasisme. Infantino mengaku terkejut dan sedih atas dugaan kejadian tersebut.

“Saya terkejut dan sedih melihat dugaan insiden rasisme terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid,” ujar Infantino melalui Instagram story-nya.

Menurutnya, FIFA terus berkomitmen memerangi rasisme melalui berbagai inisiatif global, termasuk kampanye Global Stand Against Racism dan Player Voice Panel.

Ia memastikan FIFA akan melindungi pemain, ofisial, dan suporter dari segala bentuk diskriminasi.

“Saya akan selalu terus mengulanginya: Tidak untuk rasisme! Tidak untuk segala bentuk diskriminasi!” tegasnya. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025