
Fenomena embun upas-atau embun beku terlihat di gunung bromo pada Senin (8/6). (‘Courtesy’ CNBC/istimewa)PRIORITAS, 12/6/26 (Malang): Fenomena langka kembali menghiasi kawasan Gunung Bromo beberapa hari ini. Hamparan pasir dan vegetasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tampak memutih layaknya diselimuti salju akibat munculnya embun upas atau embun beku saat suhu udara turun drastis hingga menyentuh 2 derajat Celsius.

Fenomena yang kerap dijuluki “salju Bromo” tersebut mulai terlihat sejak awal pekan ini dan langsung menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berburu panorama matahari terbit di kawasan wisata andalan Jawa Timur itu.
Embun upas merupakan fenomena alam yang biasa muncul saat musim kemarau di kawasan pegunungan. Kondisi ini terjadi ketika suhu permukaan tanah dan udara turun sangat rendah pada malam hingga dini hari, sehingga embun yang terbentuk membeku menjadi kristal es tipis.
Menurut sejumlah laporan media, suhu di kawasan Bromo pada pagi hari berkisar antara 2 hingga 5 derajat Celsius. Kondisi tersebut dipengaruhi angin muson Australia yang membawa massa udara dingin dan kering ke wilayah Indonesia.

Pemandangan lautan pasir dan rerumputan yang memutih menciptakan suasana bak negeri bersalju. Saat tersinari cahaya matahari pagi, kristal-kristal es tampak berkilau dan menjadi objek favorit para wisatawan maupun fotografer.
Fenomena embun upas sendiri menjadi salah satu atraksi alam yang paling ditunggu setiap musim kemarau di Bromo karena tidak muncul sepanjang tahun.
Meski menawarkan panorama menawan, pengunjung diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem. Wisatawan disarankan mengenakan pakaian hangat berlapis, jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala, serta menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
Selain itu, suhu dingin juga dapat mempercepat penurunan daya baterai telepon genggam dan kamera sehingga wisatawan dianjurkan membawa baterai cadangan selama beraktivitas di kawasan Bromo.
Fenomena embun upas diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan seiring berlangsungnya musim kemarau di kawasan pegunungan Jawa Timur. Karena itu, wisatawan yang ingin menyaksikan langsung “salju tropis” Bromo masih memiliki kesempatan menikmati fenomena alam unik tersebut. (P-*r/sm)

