

PRIORITAS, 8/6/2026 (Manila): Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin pagi waktu setempat, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru di negara tersebut. Bencana ini menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Gempa terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai Kota General Santos, wilayah Pulau Mindanao, yang merupakan pulau terbesar di bagian selatan Filipina.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan di berbagai sekolah saat guncangan terjadi. Para siswa terlihat berteriak ketakutan, sementara guru berupaya menenangkan dan melindungi anak-anak di dalam ruang kelas.
Dampak gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Rekaman yang beredar menunjukkan sebuah restoran cepat saji runtuh akibat kuatnya guncangan.

Otoritas setempat mengonfirmasi tiga korban meninggal dunia dan lima orang mengalami cedera. Tim penyelamat terus melakukan penilaian kerusakan serta pencarian di sejumlah lokasi terdampak.
Selain kerusakan bangunan, gempa turut memicu peringatan tsunami di beberapa negara kawasan Asia-Pasifik, termasuk Filipina, Indonesia, Jepang, dan Australia. Sebagian peringatan tsunami kemudian dicabut setelah evaluasi kondisi terkini.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gelombang tsunami dengan ketinggian antara 3 sentimeter hingga 0,8 meter tercatat di sejumlah wilayah, termasuk Palau, Indonesia, dan kawasan Davao di Filipina.
Pemerintah Filipina segera mengeluarkan imbauan evakuasi kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk berpindah ke daerah yang lebih tinggi guna mengantisipasi potensi gelombang susulan.
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., meminta warga mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan otoritas penanggulangan bencana.
Hingga kini, proses pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung, sementara pemerintah terus memantau potensi gempa susulan di wilayah terdampak. (P-/Gio R)

