IHSG dan Rupiah melemah tajam, Purbaya pastikan ekonomi RI tetap kuat

Zamir Ambia
Senin, 18 Mei 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 18/5/26 (Jakarta): Pemerintah menyoroti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai tukar rupiah yang terjadi pada awal perdagangan pekan ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tekanan yang terjadi di pasar keuangan saat ini lebih dipicu oleh sentimen jangka pendek, bukan akibat memburuknya fundamental ekonomi nasional.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Senin (18/5/2026) di zona negatif setelah turun 94,34 poin atau sekitar 1,40 persen ke posisi 6.447,97. Tekanan jual yang berlanjut membuat IHSG sempat merosot lebih dari empat persen.

Di waktu yang sama, nilai tukar rupiah turut berada di bawah tekanan dan sempat melemah hingga melewati level Rp17.660 per dolar Amerika Serikat atau terdepresiasi sekitar 1,15 persen.

Purbaya tetap optimis

Menanggapi situasi tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi dalam negeri.

“Enggak apa-apa, nanti kita perbaiki. Sekarang fondasi ekonominya bagus, itu masalah sentimen jangka pendek,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (18/5/26).

Ia mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil di tengah dinamika pasar global dan berbagai tekanan dari eksternal.

“Saya fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu,” tuturnya.

Utang investor asing

Selain menjaga pertumbuhan, pemerintah juga mulai melakukan langkah stabilisasi di pasar obligasi guna menjaga kepercayaan investor, khususnya investor asing yang masih memegang surat utang negara dalam jumlah besar.

“Kita sudah masuk tetapi hanya sedikit. Mulai hari ini kita akan masuk lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasi terkendali,” jelas Purbaya.

Ia menuturkan upaya stabilisasi di pasar obligasi diharapkan dapat menahan arus keluar modal asing yang berisiko menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Pemerintah pun berharap intervensi tersebut mampu menjaga kestabilan pasar keuangan domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025