Museum Marsinah diresmikan Prabowo, jadi simbol perjuangan dan perlindungan hak buruh

Giovanni Riung
Minggu, 17 Mei 2026
EKBIS 0 239
2 menit membaca

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (Dok. Humas Kemnaker).

PRIORITAS, 17/5/2026 (Jakarta): Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan pekerja sekaligus pengingat pentingnya perlindungan hak-hak buruh di Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan museum tersebut dibangun sebagai simbol keberanian Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Menurutnya, keberadaan museum buruh memiliki arti penting dalam sejarah perjalanan bangsa.

Presiden menilai perjuangan Marsinah mencerminkan perjuangan masyarakat kecil yang selama ini berada dalam posisi lemah, baik secara ekonomi maupun kekuasaan. Ia juga menegaskan tragedi yang menimpa Marsinah seharusnya tidak terjadi di negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila.

“Buruh adalah anak-anak bangsa, petani adalah anak-anak bangsa, nelayan adalah anak-anak bangsa. Semuanya,” ujar Presiden Prabowo dalam peresmian tersebut.

Selain menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan buruh, museum itu juga diharapkan menjadi ruang edukasi mengenai sejarah ketenagakerjaan nasional. Presiden berharap peristiwa kekerasan terhadap pekerja yang memperjuangkan haknya tidak kembali terulang di masa mendatang.

Presiden juga mengungkapkan gagasan pendirian Museum Marsinah bermula dari aspirasi kalangan serikat pekerja yang mengusulkan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Usulan tersebut disebut mendapat dukungan dari berbagai pimpinan organisasi buruh di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan Museum Marsinah akan difungsikan sebagai pusat dokumentasi sejarah perjuangan ketenagakerjaan, termasuk perjuangan upah minimum, hak cuti hamil, dan hak berserikat.

Menurutnya, museum tersebut juga diharapkan menjadi pusat pembelajaran hukum ketenagakerjaan bagi generasi pekerja baru sekaligus pengingat pentingnya perlindungan hak asasi pekerja bagi dunia usaha maupun aparat penegak hukum.

Peresmian Museum Marsinah turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta pimpinan serikat pekerja nasional dan organisasi ketenagakerjaan internasional. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025