
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato usai penandatanganan perjanjian bilateral bersama Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev di Istana Kemerdekaan, Astana, Jumat (15/5/26). (Courtesy: Getty Images)PRIORITAS, 17/5/26 (Ankara): Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menilai dinamika konflik di kawasan tidak lepas dari peran Israel.

Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan. Erdogan berbicara kepada wartawan mengenai kondisi geopolitik yang terus bergejolak.
“Provokasi Israel yang hingga kini masih berlangsung menjadi salah satu alasan utama krisis ini muncul,” kata Presiden Erdogan, seperti dikutip Beritaprioritas dari Antara yang melansir Sputnik, Minggu (17/5/26).
Ia melihat pola tindakan Israel sebagai faktor yang memperbesar ketegangan. Kebijakan yang diambil dinilai berpotensi mengguncang stabilitas kawasan secara luas.

Erdogan juga menekankan pentingnya meredam eskalasi. Ankara memandang langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengurangi provokasi yang berulang. Setelah itu, upaya menuju perdamaian jangka panjang dinilai dapat dibangun.
Pendekatan regional menjadi poin utama dalam pandangan Turki. Erdogan menilai penyelesaian konflik seharusnya melibatkan negara-negara di kawasan tanpa intervensi pihak luar.
Ia menegaskan, kepentingan jangka panjang kawasan harus ditempatkan di atas keuntungan politik sesaat. Negara-negara di Timur Tengah didorong untuk tidak bergantung pada kekuatan eksternal maupun kepentingan korporasi global.
Turki menyatakan komitmennya untuk terus berperan dalam menjaga stabilitas. Upaya diplomasi akan diarahkan pada pencegahan eskalasi konflik yang lebih luas. (P-Khalied M)

