
Ribuan Bobotoh memadati sesi latihan Persib Bandung di Gelora Bandung Lautan Api Stadium untuk memberi dukungan jelang laga melawan Persija Jakarta. (Courtesy: Getty Images)PRIORITAS, 11/5/26 (Bandung): Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban umum usai pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta yang berakhir dengan kemenangan tuan rumah.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah insiden kericuhan di beberapa wilayah, seperti Purwakarta dan Karawang, yang terjadi tidak lama setelah laga berakhir pada Minggu (10/5/26).
Menurut Dedi, euforia kemenangan tidak boleh berujung pada tindakan yang merugikan ketertiban masyarakat.
“Tidak boleh euforia terhadap kemenangan, harus memperhatikan langkah yang harus dilalui ke depan, dan perlihatkan kita adalah bangsa ksatria,” ujar Dedi Mulyadi di Bandung, Senin (11/5/26).

Ia menilai, sikap saling menghormati antara pihak yang menang dan kalah harus tetap dijaga dalam setiap pertandingan.
“Bagi yang menang, Persib, kita jangan memperlihatkan kejumawaan. Kemudian bagi yang kalah jangan berkecil hati, kan nanti tahun berikutnya juga ada liga lagi. Ya sudah, nanti bertempurnya di lapangan, main bola, bukan di jalan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dedi menyebut pemerintah provinsi akan terus berupaya memastikan situasi tetap kondusif, termasuk dengan mengantisipasi potensi gesekan lanjutan di masyarakat.
Terkait rencana perayaan kemenangan, ia menyebut Kota Bandung sebagai lokasi yang paling sesuai, meskipun tidak menutup kemungkinan perayaan dilakukan di daerah lain mengingat luasnya basis pendukung Persib.
“Ya pastinya pengennya di Bandung, namanya juga Persib Bandung kan. Masa Persib Bandung perayaannya di luar Bandung? Tapi kalaupun di luar (kota), nggak ada masalah, suporternya kan tersebar di seluruh wilayah,” tuturnya.
Dedi juga memastikan pemerintah daerah siap mengawal setiap bentuk perayaan selama dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu keamanan masyarakat.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan kericuhan antar suporter sempat beredar di media sosial. Aparat kepolisian di masing-masing wilayah dilaporkan telah mengambil langkah cepat untuk membubarkan massa dan mencegah bentrokan meluas. (P-Khalied M)

