
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub (kanan), menolak berjabat tangan dengan Wakil Presiden federasi sepak bola Israel, Basim Sheikh Suliman (kiri), dalam momen yang berlangsung tegang di atas panggung kongres FIFA, Kamis (30/4/26) waktu setempat. (‘Courtessy’ Beritasatu.com/AP/Darryl Dyck)PRIORITAS, 1/5/26 (Vancouver): Presiden FIFA Gianni Infantino mengawali sambutan pada kongres tahunan FIFA memastikan Iran tetap akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Iran menjadi satu-satunya negara yang tidak hadir dalam kongres tahunan FIFA yang digelar di Vancouver, Kanada, Kamis (30/4/26) waktu setempat.

Turnamen sepak bola terbesar dunia itu akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ketidakpastian sempat muncul terkait keikutsertaan Iran akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Meski begitu, Infantino menegaskan Iran tetap akan berlaga sesuai jadwal.
Ia menyebut Iran akan tetap bertanding sesuai lokasi hasil undian yakni Seattle dan Los Angeles, Amerika Serikat. “Tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat. Alasannya sederhana, karena kita harus bersatu. Kita harus menyatukan orang-orang,” ujarnya, seperti dilansir dari BBC.
Delegasi Federasi Sepak Bola Iran, termasuk presidennya Mehdi Taj, sebelumnya dijadwalkan menghadiri kongres FIFA di Vancouver. Namun, Iran menjadi satu-satunya dari 211 anggota FIFA yang tidak hadir. Media Iran, Tasnim, melaporkan delegasi tersebut ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Kanada. Mehdi Taj disebut memiliki keterkaitan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris di Kanada.

Tegang Palestina-Israel
Sementara itu, ketegangan antara Palestina dan Israel mewarnai Kongres FIFA yang digelar di Vancouver, Kanada. Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Jibril Rajoub menolak berjabat tangan dengan Wakil Presiden federasi sepak bola Israel Basim Sheikh Suliman dalam momen yang berlangsung tegang.
Insiden terjadi setelah keduanya menyampaikan pidato di hadapan peserta kongres. Presiden FIFA Gianni Infantino kemudian memanggil mereka ke atas panggung. Namun, keduanya berdiri berjauhan, Rajoub lantas memprotes dengan suara keras sebelum akhirnya meninggalkan panggung. Dalam pidatonya, Rajoub mendesak FIFA untuk menindaklanjuti tuduhan bahwa Israel melanggar aturan anti-diskriminasi.
Ia menyoroti keberadaan klub-klub sepak bola yang berbasis di permukiman Tepi Barat namun bermain pada liga nasional Israel. Rajoub juga memastikan bahwa pihaknya akan membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah FIFA pada Maret 2026 lalu memutuskan tidak menjatuhkan sanksi kepada Israel.
FIFA beralasan status hukum wilayah Tepi Barat masih kompleks dan belum terselesaikan. Pada sisi lain, dalam kasus terpisah, FIFA menjatuhkan denda sebesar US$ 190.000 kepada federasi sepak bola Israel atas pelanggaran disiplin terkait diskriminasi, pelecehan rasial, serta perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play.
Usai insiden di panggung, Infantino mengapresiasi kedua pihak yang telah berbicara di hadapan delegasi dan menyerukan kerja sama seperti dikuti Beritasatu.com. “Presiden Rajoub, Wakil Presiden Suliman, mari kita bekerja bersama. Mari kita bekerja bersama untuk memberi harapan kepada anak-anak. Mari kita bekerja bersama untuk itu,” ujarnya. (P-wr)

