Pelaksanaan kegiatan berfokus pada peningkatan pemahaman terkait transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, serta peluang karier di sektor green jobs yang semakin berkembang seiring perubahan ekonomi global.
Plt Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Estiarty Haryani, menyampaikan pentingnya kesiapan sejak dini dalam menghadapi dinamika dunia kerja. Perubahan kebutuhan industri berlangsung cepat dan menuntut kombinasi kemampuan akademik, adaptasi, serta kreativitas.
Kegiatan ini juga menjadi ruang penghubung antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Lulusan diharapkan memiliki pemahaman yang lebih relevan terhadap kebutuhan pasar kerja sehingga peluang penyerapan tenaga kerja dapat meningkat.
Berbagai bidang profesi yang mengalami peningkatan kebutuhan turut diperkenalkan, antara lain pengembang perangkat lunak, analis data, spesialis pemasaran digital, pengelola media sosial, hingga peran strategis di bidang sumber daya manusia. Dinamika tersebut menunjukkan arah karier yang semakin fleksibel dan tidak selalu linear.
Direktur Politeknik Ketenagakerjaan, Yoki Yulizar, menyoroti keterkaitan antara transformasi digital dan arah pembangunan berkelanjutan. Perubahan model bisnis berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja, termasuk munculnya pekerjaan berbasis ekonomi hijau.
Materi pembekalan turut menekankan pentingnya pengembangan keterampilan non-teknis seperti komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta ketahanan menghadapi tantangan kerja. Kompetensi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing lulusan di tengah persaingan global.
Melalui kegiatan ini, penguatan kapasitas mahasiswa diarahkan pada kesiapan menghadapi perubahan industri, pemanfaatan peluang green jobs, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R).