Desak audit: GPPMP Batam ungkap indikasi sabotase dana BOS ujian online

Johanes Christiaan
Selasa, 21 April 2026
DAERAH HUKRIM 0 248
1 menit membaca

PRIORITAS, 21/4/2026 (Batam): Atmosfer dunia pendidikan di Kota Batam memanas menyusul temuan Organisasi Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) terkait dugaan pembungkaman massal dan potensi penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk ujian online.


Ketua GPPMP Batam, Dewi Panjaitan, mengungkapkan adanya pola penolakan seragam dari sejumlah sekolah saat dimintai konfirmasi, dengan alasan menunggu arahan pimpinan. Ia menilai kondisi tersebut mengindikasikan adanya perlawanan administratif yang terstruktur.

Menurut Dewi, munculnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) pada program ujian online tidak sekadar persoalan gagal serap anggaran, melainkan berpotensi mengarah pada penyalahgunaan wewenang.

Ia juga menduga program dijalankan tanpa petunjuk teknis (juknis) dan proses pengadaan yang transparan.


GPPMP menyoroti tiga dampak serius dari persoalan ini, yakni tidak optimalnya pemanfaatan dana BOS, potensi pengurangan alokasi anggaran pada tahun berikutnya, serta dugaan pelanggaran keterbukaan informasi publik.

Saat dikonfirmasi sebelumnya, respons pihak terkait dinilai tidak substantif karena tidak disertai keterbukaan dokumen seperti RKAS maupun kontrak pengadaan.

Atas temuan tersebut, GPPMP mendesak Inspektorat Kota Batam dan BPK Perwakilan Kepulauan Riau untuk segera melakukan audit investigatif guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, publik masih menantikan klarifikasi resmi dari Dinas Pendidikan Kota Batam terkait pengelolaan dana BOS yang menjadi hak siswa.(P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan