

PRIORITAS, 20/4/2026 (Batam): Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen pembenahan tata kelola sampah secara menyeluruh berbasis data dan riset.

Hal itu disampaikan saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) laporan awal kajian optimalisasi pengangkutan sampah 2026, bersama tim ahli Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai mitra Brida Batam.
“Sampah menjadi prioritas. Penanganannya harus berbasis kajian akademik agar tepat sasaran dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Data menunjukkan volume sampah Batam mencapai 800–1.300 ton per hari. Pemko berencana mengoptimalkan lahan TPA untuk pengembangan waste to energy (PSEL) serta membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga guna meningkatkan layanan.

Selain itu, teknologi insinerator plasma tanpa emisi dan pelibatan masyarakat hingga tingkat RT/RW juga masuk dalam kajian.
Amsakar berharap hasil kajian menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan berbasis data kuat untuk solusi konkret pengelolaan sampah di Batam. (P-Jeff K)

