
Presiden AS Donald Trump. (Dok/Vanity Fair)PRIORITAS, 20/4/26 (Washington): Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (19/4/26) menyatakan, Iran telah menembakkan senjata di Selat Hormuz sehari sebelumnya, Sabtu (18/4/26), dan menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

“Iran memutuskan untuk menembakkan peluru kemarin (Sabtu) di Selat Hormuz. Pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kami! Banyak di antaranya ditujukan ke kapal Prancis dan kapal kargo dari Inggris. Itu tidak baik, bukan?” ucap Trump di Truth Social.
Kapal komersial sasaran serangan
Pada Sabtu (18/4/26), Reuters melaporkan dengan mengutip sumber keamanan maritim dan pelayaran, sedikitnya dua kapal komersial menjadi sasaran serangan saat melintasi Selat Hormuz, tak lama setelah Iran mengumumkan kembali penerapan kendali militer atas jalur tersebut.

Pada akhir Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil.
Selanjutnya, pada 7 April, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dan menggelar perundingan di Islamabad, Pakistan, pada 11 April, namun belum menghasilkan kesepakatan.
Meski belum ada pernyataan resmi mengenai dimulainya kembali konflik, Amerika Serikat diketahui mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sementara itu, pihak mediator terus mengupayakan terselenggaranya putaran negosiasi lanjutan. (P-Zamir)

