
Kepala intelijen Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mayjen Seyed Majid Khademi, tewas dalam serangan pengeboman Israel-AS di wilayah pinggiran Teheran. (turkiyetoday)PRIORITAS, 6/4/26 (Teheran): Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan kepala intelijennya, Mayjen Majid Khademi, tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Senin (6/4/26), IRGC menyebut tewasnya Mayjen Khademi ini menjadi pukulan besar bagi mereka, karena pejabat senior yang punya pengalaman seperti dia pada masa perang saat ini hampir sudah tidak ada.
Apalagi komando intelijen paling sensitif di IRGC bahkan pemerintah Iran sudah babak belur diserang Israel dan AS.
“Mayor Jenderal Majid Khademi, kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam yang berwibawa dan berpendidikan tinggi, gugur dalam serangan teroris kriminal oleh musuh Amerika-Zionis… pada dini hari ini,” kata Garda Revolusi dalam sebuah unggahan di saluran Telegram mereka.

Pihak Garda Revolusi tidak menjelaskan secara rinci di mana Khademi terbunuh. Namun, beberapa serangan udara Israel menargetkan daerah pemukiman di sekitar ibu kota Iran, Teheran, pada Senin pagi.
Israel dan Amerika Serikat melakukan serangkaian serangan pada hari Senin, yang menewaskan lebih dari 25 orang di Iran.
Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengutip pernyataan IRGC, mengatakan Mayjen Khademi gugur sebagai ‘martir’ dalam serangan tersebut, seperti dirilis media Turkiye Today.
Khademi diangkat sebagai kepala badan intelijen IRGC belum setahun, setelah pendahulunya, Jenderal Mohammad Kazemi, juga tewas dalam serangan Israel.
Perwira senior IRGC
Majid Khademi dikenal sebagai seorang perwira senior di IRGC atau SPAH Pasdaran Iran, yang berfokus pada bidang intelijen dan keamanan internal.
Sebelum tahun 2022 Khademi menjabat sebagai kepala Organisasi Perlindungan Informasi (Hifazat-e Ettela’at) di Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran (sekitar Mei 2018–2022).
Tugasnya meliputi perlindungan informasi rahasia, counter-intelligence, dan pencegahan kebocoran di lingkungan militer.
Tahun 2022 hingga Juni 2025 ia ditunjuk sebagai kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC (Intelligence Protection Organization of the IRGC / Sazman-e Hifazat-e Ettela’at-e Sepah).
Ini adalah posisi counter-intelligence utama di IRGC, yang bertanggung jawab melindungi organisasi dari infiltrasi musuh, spionase, dan pengawasan internal terhadap personel IRGC sendiri.
Sejak Juni 2025 hingga 6 April 2026 ini, Khademi menjadi kepala Organisasi Intelijen IRGC (Sazman-e Ettela’at-e Sepah) menggantikan Mohammad Kazemi, yang tewas dalam serangan udara Israel selama konflik 12 hari pada Juni 2025.
Dalam jabatan ini, ia memimpin operasi intelijen militer, pengumpulan informasi, koordinasi dengan Kementerian Intelijen, serta penanganan ancaman internal dan eksternal terhadap rezim Iran.
Ia sering muncul dalam pernyataan publik soal “konspirasi musuh” (termasuk tuduhan keterlibatan intelijen asing dalam kerusuhan/protes di Iran).
Ia memiliki gelar PhD di bidang Keamanan Nasional dan Ilmu Pertahanan Strategis, serta latar belakang panjang di IRGC (disebutkan hampir setengah abad pengabdian dalam biografi resmi).
Ia termasuk figur “bayangan” yang tidak banyak terpapar publik sebelum naik ke posisi puncak intelijen pasca-kematian pendahulunya. (P-Jeffry W)

