Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (kiri) bertemu Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman di Jeddah dalam kaitan kerjasama pertahanan melawan serangan Iran.(zelenskyy official)PRIORITAS, 27/3/26 (Jeddah): Ukraina resmi mulai membantu Arab Saudi melawan serangan drone atau pesawat nirawak serta peluru kendali (rudal) Iran.
Dalam kaitan kerjasama pertahanan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah bertemu langsung dengan Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman, di Jeddah, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Jumat (27/3/26)
Media Arab Saudi, Saudi Gazette melaporkan, selain hubungan bilateral antara kedua negara, pembicaraan juga berfokus pada eskalasi militer di Timur Tengah dan perkembangan terkini dalam krisis Ukraina.
“Kami telah mencapai kesepakatan penting antara Kementerian Pertahanan Ukraina dan Kementerian Pertahanan Kerajaan Arab Saudi mengenai kerja sama pertahanan”, kata Presiden Zelenskyy.
Menurut dia, dokumen tersebut ditandatangani sebelum pertemuannya dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman Al Saud.
Kesepakatan ini, jelasnya, meletakkan dasar untuk kontrak, kerja sama teknologi, dan investasi di masa mendatang. Kesepakatan ini juga memperkuat peran internasional Ukraina sebagai donor keamanan.
“Kami siap berbagi keahlian dan sistem kami dengan Arab Saudi dan bekerja sama untuk memperkuat perlindungan jiwa”, jelas Zelenskyy dalam akun resminya di X.
Sudah di Arab Saudi
Saat ini tenaga-tenaga ahli Ukraina sudah berada di Arab Saudi dan bekerja untuk membantu militer negara tersebut dalam mengoperasikan sistem pertahanan anti drone termasuk peluru kendali (rudal).
Zelensky mengatakan para ahli Ukraina membantu mitra-mitra di Timur Tengah — termasuk Arab Saudi — dalam memperkuat pertahanan drone di tengah konflik regional dengan Iran.
Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone di seluruh wilayah Teluk, termasuk ke Arab Saudi, sebagai balasan atas serangan udara gabungan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026 lalu.
Hingga kini Iran masih terus menyerang Arab Saudi. Arab News menyebutkan negara Kerajaan itu telah mencegat 438 drone dan 36 rudal balistik dari Iran.
Terbanyak serangan Iran diarahkan ke Provinsi Timur yang kaya minyak serta wilayah Riyadh.
Serangan Iran ke Arab Saudi sering menargetkan fasilitas minyak seperti Ras Tanura, dan pangkalan udara Prince Sultan.
Ukraina, yang setiap hari menghadapi drone tipe Shahed rancangan Iran dalam perang dengan Rusia, telah menawarkan keahlian dan teknologi anti-drone kepada negara-negara yang menjadi sasaran serangan Iran.
“Memasuki tahun kelima, rakyat Ukraina melawan jenis serangan teroris yang sama – rudal balistik dan drone – yang saat ini dilakukan rezim Iran di Timur Tengah dan kawasan Teluk. Arab Saudi juga memiliki kemampuan yang menarik bagi Ukraina, dan kerja sama ini dapat saling menguntungkan”, papar Zelenksyy.
Seperti yang dilaporkan Kyiv Independent sebelumnya, sebuah perusahaan senjata Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan, untuk membeli rudal pencegat buatan Ukraina.
Arab Saudi dan Ukraina juga sedang dalam pembicaraan untuk perjanjian senjata “besar” terpisah.
Iran dianggap musuh
Ukraina juga memandang Iran sebagai musuh, karena perannya mendukung agresi Rusia terhadap Ukraina dengan memasok drone, rudal, dan senjata lainnya.
Arab Saudi telah berupaya memposisikan diri sebagai mediator dalam perang Rusia-Ukraina, bahkan menjadi tuan rumah pembicaraan antara pejabat Ukraina dan AS pada bulan Maret lalu mengenai rencana untuk mengakhiri perang tersebut.
Menurut Zelensky para ahli militernya yang telah berada di Arab Saudi selama lebih dari seminggu, telah mampu berbagi keahlian yang luas dan menunjukkan bagaimana Ukraina melindungi kehidupan dan infrastruktur dari serangan Rusia.
“Kami telah melihat bahwa bukan hanya drone “shahed” yang digunakan (Iran) di wilayah tersebut, tetapi juga terdapat bukti yang semakin kuat tentang penggunaan drone FPV. Ini adalah peperangan modern, dan semua orang harus siap menghadapinya”, paparnya.
Ukraina memiliki keahlian menangkal berbagai serangan drone seperti itu.
Presiden Zelenskyy mengakui Ukraina saat ini membutuhkan bantuan sumber daya keuangan untuk pertahanan.
Karena itu Ukraina menawarkan kemitraan yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak di Timur Tengah termasuk Arab Saudi. ”Kita dapat memperkuat mereka, yang dapat memperkuat kita”, ujarnya.
Ia menilai selama risiko invasi dan perang masih ada, Ukraina harus mencari peluang tambahan untuk memperkuat diri. “Timur Tengah dan Teluk adalah arah yang tepat dan peluang serius untuk membuat Ukraina lebih kuat”, katanya.(P-Jeffry W)