Foto lama pemimpin Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Ia diduga sudah tewas, namun pemerintah Iran menampilkan seakan-akan masih hidup.(visegrad24)PRIORITAS, 13/3/26 (Teheran): Putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, yang baru dipilih menjadi pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, diduga sudah tewas, namun militer Iran yang kini dikuasai Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berusaha menampilkan seakan-akan Mojtaba masih hidup.”
Menurut laporan sejumlah sumber di Teheran, Iran, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Jumat (13/2/26), Mojtaba sebenarnya sudah tewas bersama ayahnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Israel pada hari pertama, ketika mereka melakukan pertemuan rahasia dengan para jenderal di bunker di Beit e-Rahbari, Teheran, Iran.
Kematian Ayatollah Ali Khamenei dan penerusnya Mojtaba, sebut sumber itu, menimbulkan guncangan dan kekacauan sangat hebat di kalangan para pejabat tinggi dan militer Iran yang tersisa.
Untuk menjaga agar pemerintah Iran tidak runtuh, IRGC yang menguasai semua lini militer dan pemerintah langsung mengambil alih kendali.
IRGC disebutkan menggunakan pejabat Iran mengeluarkan pernyataan seakan-akan Mojtaba dalam keadaan sehat dan hanya mengalami luka-luka.
IRGC bahkan melakukan ancaman teror terhadap para dewan ulama untuk menyetujui nama Mojtaba sebagai pemimpin Iran yang baru, dengan tujuan agar terkesan rezim Iran masih kokoh.
Selain itu, juga menjaga moralitas semua unsur pendukung militer tetap setia di bawah komando IRGC yang bertanggungjawab kepada pemimpin tertinggi Iran.
Kesalahan pesan
Sejumlah indikasi yang menunjukkan Mojtaba kemungkinan besar sudah tewas, adalah saat pidato perdana sebagai pemimpin Iran ia tidak muncul di hadapan publik atau tidak ada sama sekali rekaman video ia berpidato.
Media resmi pemerintah Iran hanya membaca teks pesan yang disebut ditulis Mojtaba Khamenei.
Tetapi laporan media Iran lain seperti dirilis Ynet Global, menyebutkan pesan yang ditulis Mojtaba dalam bahasa Persia itu, justru terdapat beberapa kesalahan ketika dipublikasikan.
Sumber yang mengetahui masalah ini di Teheran menilai dugaan kuat Mojtaba sudah meninggal, sehingga pesan tersebut hanya didikte IRGC dan dirilis atas nama Mojtaba Khamenei.
Pesan yang disebutkan dari Mojtaba Khamenei itu menggunakan bahasa ulama, namun jelas terdapat sejumlah kesalahan ketik, sehingga mengindikasikan adanya kekacauan di dalam Rezim Islam.
Sebuah sumber terpercaya di Teheran mengatakan pesan tersebut disusun IRGC dan kemudian ditulis ulang dengan gaya Mojtaba Khamenei.

Warga Iran membuat tubuh dari karton dengan foto Mojtaba Khamenei, sebagai bentuk ejekan terhadap pemimpin Iran baru yang tidak muncul ke publik.(x-osint)
Sangat Kritis
Rumor lain beredar di kalangan publik Iran, menyebutkan kondisi Mojtaba Khamenei sangat kritis.
Ia dilaporkan terluka parah, mengalami patah sejumlah tulang rusuk dan kaki, hingga tidak dapat berjalan sehingga tidak bisa tampil di depan kamera.
Mojtaba, kata media pro Iran, mengaku telah melihat jenazah ayahnya, Ali Khamenei.
Desas-desus yang beredar mengatakan hanya sedikit yang tersisa dari tubuh Ali Khamenei, bersama dengan tubuh para jenderal militer yang berada di lantai pertama bunker saat serangan terjadi.
Dalam beberapa hari terakhir, pengguna media sosial Iran telah membuat banyak video dan gambar yang untuk mengejek pemimpin baru Republik Islam, Mojtaba.
Media yang berafiliasi dengan IRGC telah menggunakan aplikasi Artificial Intelegence (AI) untuk menghasilkan gambar Mojtaba bersama Ali Khamenei, mengingat kelangkaan foto dirinya dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak pejabat senior belum bertemu langsung dengannya. Ia dilaporkan sedang dirawat intensif dan ditempatkan di tempat aman bawah tanah di luar Teheran.
Hal ini terjadi setelah Kantor Berita Fars yang berafiliasi dengan IRGC melaporkan bahwa “pemimpin tertinggi” yang baru telah menjadi Janbaaz, sebuah istilah yang digunakan khusus untuk menyebut seseorang yang menderita cedera fisik parah, seperti kehilangan anggota tubuh.
Hidup tapi cacat
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan dia yakin Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, masih hidup tetapi mengalami kerusakan fisik atau cacat.
“Saya pikir dia mungkin masih hidup. Saya pikir dia terluka, tetapi saya pikir dia mungkin masih hidup dalam beberapa bentuk,” kata Trump dalam sebuah wawancara di acara “The Brian Kilmeade Show” yang dipublikasikan Fox News, Kamis malam.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, juga mengatakan Mojtaba Khamenei sudah cacat akibat terkena serangan pengeboman AS-Israel.
“Kepemimpinan Iran tidak dalam kondisi yang lebih baik. Putus asa dan bersembunyi, mereka telah bersembunyi, meringkuk ketakutan. Itulah yang dilakukan tikus. Kita tahu bahwa pemimpin baru yang disebut-sebut tidak begitu hebat itu terluka dan kemungkinan cacat,” kata Hegseth pada hari Jumat di Pentagon.
Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu.
Iran membalas dengan serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan AS.
Serangan terhadap Iran sudah memasuki hari ke-14, namun Israel dan Amerika Serikat menyatakan untuk terus berperang.(P-Jeffry W)