Wamenaker Afriansyah Noor: pelatihan Vokasi harus berdampak nyata pada dunia kerja

Giovanni Riung
Selasa, 3 Maret 2026
EKBIS 0 261
2 menit membaca

(Wamenaker Afriansyah Noor /Humas Kementrian Ketenagakerjaan).

PRIORITAS, 3/3/2026 (Padang): Afriansyah Noor menegaskan bahwa pelatihan vokasi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan peluang kerja dan tidak boleh sekadar menjadi kegiatan administratif semata.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan saat membuka rangkaian kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), webinar, dan short course di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Padang, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, pelatihan vokasi merupakan salah satu solusi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sepanjang dilaksanakan dengan standar yang jelas, proses pelatihan yang berkualitas, serta berorientasi pada hasil yang dapat dimanfaatkan di dunia kerja.

“Pelatihan vokasi tidak boleh sekadar menggugurkan kegiatan. Pelatihan harus menghasilkan kompetensi yang diakui dan dibutuhkan pasar kerja. Jika pelatihan tidak meningkatkan peluang kerja, maka pendekatannya harus kita perbaiki bersama,” ujar Afriansyah.

Ia menambahkan, perencanaan program pelatihan harus berbasis pada informasi pasar kerja yang akurat dan mutakhir agar program yang diselenggarakan benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, lulusan pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di pasar kerja.

Sejalan dengan itu, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia terus mendorong seluruh balai pelatihan di bawah naungannya untuk aktif membangun kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri guna memperkuat efektivitas pelatihan vokasi.

“Kami terus mendorong seluruh balai pelatihan di lingkungan Kemnaker untuk aktif membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk BPVP Padang yang selama ini konsisten memperkuat kolaborasi strategis,” katanya.

Afriansyah juga menyoroti pentingnya pelatihan vokasi yang bersifat inklusif. Ia menyebut, satu minggu sebelumnya BPVP Padang telah menyelenggarakan pelatihan bagi penyandang disabilitas dan lansia sebagai bentuk komitmen memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pelatihan vokasi harus membuka akses seluas-luasnya, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Kita ingin semua memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja,” ujarnya.

Untuk memperkuat penempatan kerja, BPVP Padang menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk BP3MI untuk membuka akses pasar kerja luar negeri serta Universitas Negeri Padang dalam pengembangan kebekerjaan berbasis heritage. Selain itu, berbagai pelatihan singkat juga diselenggarakan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan pasar kerja.

Melalui penguatan Pelatihan Berbasis Kompetensi, peningkatan link and match dengan industri, pemanfaatan informasi pasar kerja, serta perluasan kemitraan strategis, Kemnaker menargetkan pada 2026 meningkatnya jumlah lulusan pelatihan yang bekerja atau berwirausaha, bertambahnya tenaga kerja tersertifikasi, serta meningkatnya produktivitas tenaga kerja, termasuk di wilayah Sumatera Barat.

(P-*r/gr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025